Bahas Tuntas Polemik Membahas Keuangan Dengan Suami

#FinansialkuPlanner cara membicarakan masalah keuangan dengan suami Keuangan membahas keuangan membahas keuangan dengan pasangan membahas keuangan dengan suami Mengatur KeuanganLeave a Comment on Bahas Tuntas Polemik Membahas Keuangan Dengan Suami

Bahas Tuntas Polemik Membahas Keuangan Dengan Suami

Kenapa rasanya tabu untuk membahas keuangan dengan suami atau istri, ya? Gimana cara membicarakan masalah keuangan dengan suami, ya?

Cari tahu jawabannya dari ahlinya langsung di artikel Finansialku satu ini, yuk!

 

Rubrik Finansialku

 

Kenapa Sulit Untuk Membahas Keuangan Dengan Suami?

Buat mayoritas pasangan, membahas keuangan dengan calon suami atau istri, rasanya sangat tidak nyaman, dan enggak sopan, ya?

Ada banyak faktor yang membelakanginya, seperti misalnya pemikiran konservatif tentang keuangan, seperti tabu, atau sebagai sebuah tanda kalau masing-masing pasangan tidak saling percaya.

Ada juga faktor masa lalu, di mana ada sedikit trauma atau ingatan buruk dalam diri salah satu pasangan terkait uang.

Padahal, ketika kita membangun sebuah hubungan yang serius dan punya rencana untuk bersama-sama naik ke jenjang selanjutnya, artinya kita harus serba terbuka tentang diri kita.

Mulai dari kebiasaan buruk, kebiasaan baik, hal-hal yang tidak disukai, dan hal-hal yang tidak disukai.

Termasuk juga dengan kondisi keuangan, mulai dari tanggungan, penghasilan, jumlah utang, dan hal-hal lainnya.

Karena membahas keuangan dengan calon suami atau istri bukan hal yang lagi tabu, malah jadi hal yang mau tidak mau harus untuk dibahas dan direncanakan.

Padahal, ketika membahas keuangan dengan calon suami atau istri, masing-masing bisa mengerti permasalahan keuangannya, kemudian bisa sama-sama mencari jalan keluarnya.

Bukan cuma itu, ada beberapa manfaat atau dampak positif yang akan didapatkan kalau masing-masing pasangan mau terbuka soal masalah keuangan mereka, di antaranya adalah:

  • Saling terbuka satu sama lain. Tidak ada kecurigaan, dan tidak ada kesempatan untuk menipu pasangan. Ini tentu akan membuat pasangan semakin serasi, karena tidak ada pikiran negatif kepada satu sama lain.
  • Lebih mudah mengomunikasikan segala sesuatu yang berkaitan dengan keuangan dan tujuan-tujuan keuangan keluarga, seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa dengan terbuka soal keuangan malah akan membuka kemudahan-kemudahan lain dalam menyelesaikan masalah tersebut.
  • Saling dukung satu sama lain dan sepaham, karena dengan terbuka dan aktif membahas soal keuangan, pasangan bisa mendapatkan pemahaman yang sama dalam mengelola, menjaga, dan mengembangkan keuangan mereka. Bukan cuma itu, mereka juga akan punya persepsi yang sama terhadap uang.
  • Menghindari pertengkaran karena uang, yang biasanya dimulai dari hal-hal kecil yang pernah disembunyikan atau tidak diutarakan.
  • Baik suami atau istri bisa sama-sama adil dalam menyikapi keluarga dan bagaimana mereka harus bersikap pada masing-masing keluarga besar. Karena ketika keduanya sudah terbiasa untuk terbuka soal keuangan, masing-masing akan lebih mengerti permasalahan keluarga dan punya keinginan untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut bersama-sama.
  • Bisa bersyukur dengan apa yang ada dan apa yang dimiliki. Tidak banyak menuntut, tidak banyak saling menyalahkan, karena masing-masing sudah tahu betul keadaan keuangan masing-masing. Jadi, buat apa saling menyalahkan?
  • Hidup jadi lebih damai dan tenang, sehingga pasangan bisa saling fokus dan saling mendukung satu sama lain, dan rumah tangga terhindar dari drama.
  • Menciptakan lingkungan yang positif dan memberikan contoh baik untuk anak-anak dalam hal keuangan.
  • Menentukan semuanya bersama-sama.
  • Tujuan keuangan keluarga bisa lebih cepat tercapai dan terbentuk karena sudah tahu tugas masing-masing.

Simak Informasi Pentingnya Membahas Masalah Keuangan Dengan Pasangan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Simak Informasi Pentingnya Membahas Masalah Keuangan Dengan Pasangan]

 

Sementara itu, ini adalah beberapa dampak atau risiko yang akan dihadapi oleh pasangan jika sejak awal tidak terbuka secara finansial sebelum menikah:

  • Tidak ada keterbukaan dan kejujuran, yang mungkin saja bisa berakhir dengan masing-masing pasangan yang tidak menghargai keberadaan satu sama lain.
  • Selalu muncul kecurigaan dari masing-masing. Entah itu benar atau tidak, perasaan keduanya akan selalu dipenuhi dengan kecurigaan, dan tentunya akan menguras energi.
  • Bisa terjadi selingkuh uang dan selingkuh hati.
  • Salah satu pasangan yang punya penghasilan lebih tinggi bisa saja bersikap otoriter dalam membuat keputusan terkait keuangan karena merasa paling dominan di antara pasangan yang lain. Ini tidak akan terjadi kalau masing-masing pasangan sudah membicarakannya sebelum menikah.
  • Akan sering terjadi percekcokan atau keributan dalam rumah tangga, dan tidak jarang berakhir dengan perceraian.
  • Tidak punya tujuan keuangan dan tujuan masa depan yang jelas, karena masing-masing tidak terbuka, dan tidak mengerti keinginan dan harapan satu sama lain.

 

Permasalahan Dasar

Bicara soal keuangan keluarga, maka kita tidak akan pernah lepas dari pembahasan soal penghasilan istri yang lebih besar dari pada suami.

Entah kenapa, fenomena ini selalu jadi masalah besar untuk sebuah keluarga. Padahal sah-sah saja rasanya kalau pendapatan istri lebih besar dari pada suami.

Lagi pula fokus utama dalam sebuah keluarga adalah bersama-sama membangun kesejahteraan keluarga.

8 Tips Menghemat Uang Bulanan Untuk Pasangan Muda yang Baru Menikah 02 - Finansialku

[Baca Juga: 5 Tips Jitu Keterbukaan Keuangan dengan Pasangan]

 

Permasalahan ini biasanya akan memunculkan keributan antar pasangan, terutama di pihak suami yang merasa terintimidasi.

Pada dasarnya, tidak ada yang benar atau pun salah dengan istri memiliki penghasilan yang lebih besar, karena bagaimana pun, itu adalah rezeki yang dititipkan dari Tuhan melalui tangan istri.

Dari pada fokus pada hal-hal yang negatif, kenapa tidak fokus pada memanfaatkan rejeki ini untuk mengejar kesejahteraan keluarga, seperti misalnya:

  • Pendapatan tidak digunakan untuk merendahkan satu sama lain
  • Pendapatan tersebut tidak digunakan sebagai bahan dominasi, baik oleh istri maupun suami.
  • Tidak usah berpikir tentang ketidak-adilan, karena Tuhan Maha Adil.
  • Masing-masing pasangan wajib ada keterbukaan.
  • Pasangan membuat rekening bersama untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
  • Buat anggaran dan tujuan keuangan bersama-sama.
  • Buat kesepakatan bersama tentang masing-masing peran dalam keluarga.
  • Sekali lagi ingat kalau pasangan menikah adalah tim, bukan lawan yang harus dimenangkan.

 

Download Sekarang! Ebook PERENCANAAN KEUANGAN Untuk USIA 20-an, GRATIS!

15 Ebook Perencanaan Keuangan 20an

 

Belum Terlambat

Untuk Anda dan pasangan, yang merasa sedang berada dalam keadaan tersebut, tidak ada kata terlambat kalau kita mau berubah.

Masih ada waktu dan jalan untuk memperbaiki. Lebih cepat lebih baik, dan ingat kalau semua orang tentu pernah bermasalah, termasuk saya sebagai seorang perencana keuangan.

Saya sadar bahwa uang memang bukan segalanya, tapi segala sesuatunya membutuhkan uang.

Maka perlu segera dilakukan perubahan dalam pengelolaan keuangan dan keterbukaan keuangan serta kejujuran adalah salah satu pondasi terpenting dalam sebuah perencanaan keuangan.

Untuk Anda yang bingung harus mulai dari mana, dan bagaimana caranya meluruskan kembali benang kusut yang terlalu lama didiamkan, kamu bisa memanfaatkan saya untuk berkonsultasi.

Maka saya akan membantu Anda membuat blueprint atas keuangan keluarga Anda yang nanti bisa dijadikan acuan dalam mengelola keuangan ke depannya.

Anda bisa menghubungi saya secara GRATIS dan eksklusif tanpa mengantri, lewat aplikasi Finansialku yang bisa diunduh lewat Google Play Store atau Apple Apps Store.

Dengan berkonsultasi lewat aplikasi Finansialku, Anda bisa menghubungi saya kapan pun dan di mana pun tanpa harus mengantre dan mencari jadwal yang cocok.

Anda hanya perlu berlangganan akun premium dengan harga Rp 350 ribu untuk 365 hari saja, lho!

Artinya Anda hanya perlu mengeluarkan uang kurang dari Rp1.000 per harinya. Ini belum termasuk dengan potongan harga yang akan diberikan oleh Finansialku menggunakan kode voucher CUAN50.

Ibarat latihan renang, Anda bisa membaca buku bagaimana caranya menjadi seorang perenang yang andal, tapi saat mempraktikkannya, Anda tetap butuh seorang pelatih yang memastikan bahwa gaya renang tersebut sudah dilakukan dengan tepat.

Itu lah kenapa Anda butuh jasa perencana keuangan untuk membenahi keuangan keluarga Anda demi masa depan yang lebih sejahtera dan bahagia.

 

Sudah tahu bukan pentingnya terbuka masalah keuangan antara suami-istri? Ketika kita menikah, maka pasangan suami-istri bukan lagi dua tetapi satu. Apa tanggapan Anda mengenai artikel ini?

Masih banyak teman-teman Anda yang tidak tahu pentingnya membahas masalah keuangan dengan pasangan.

Jadilah penyelamat keuangan dan keluarga mereka dengan membagikan artikel ini!

 

 

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top