Wow! Grab dan Gojek Bakal Merger, Bakal Seperti Apa Ya?

#FinansialkuNews Bisnis Gojek Grab Grab Gojek Grab Gojek Merger Ojek OnlineLeave a Comment on Wow! Grab dan Gojek Bakal Merger, Bakal Seperti Apa Ya?

Wow! Grab dan Gojek Bakal Merger, Bakal Seperti Apa Ya?

Dua perusahaan teknologi raksasa Indonesia, Grab dan Gojek dikabarkan akan merger, apa yang akan terjadi ke depannya?

Ketahui selengkapnya dalam artikel Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

 

Grab Gojek Merger

Gojek dan Grab dikabarkan mencapai kesepakatan untuk penggabungan usaha atau merger. Jika benar seperti itu, kerjasama ini akan menjadi perkawinan dua perusahaan teknologi terbesar di Asia Tenggara.

Mengutip dari Detikcom, dua perusahaan startup terbesar di Asia Tenggara itu telah mempersempit perbedaan pendapat mereka, meskipun beberapa bagian dari perjanjian masih perlu dinegosiasikan.

Detil akhir sedang dikerjakan di antara para pemimpin paling senior di setiap perusahaan dengan partisipasi Masayoshi Son dari SoftBank Group Corp., investor utama Grab.

Di bawah satu struktur dengan dukungan substansial, salah satu pendiri Grab Anthony Tan akan menjadi CEO dari entitas gabungan.

Sementara eksekutif Gojek akan menjalankan bisnis gabungan baru di Indonesia dengan merek Gojek.

Perwakilan Grab, Gojek, dan SoftBank menolak berkomentar, berdasarkan sumber tersebut pembicaraan masih lancar dan mungkin tidak menghasilkan transaksi.

Wow! Gojek dan Grab Bakal Merger, Bakal Seperti Apa Ya_ 02

[Baca Juga: Waw! Gojek dan Grab Bakal Digabung Di Aplikasi Ini!]

 

Investor telah mendorong mereka untuk menggabungkan kekuatan di seluruh Asia Tenggara untuk mengurangi pengeluaran dan menciptakan salah satu perusahaan terkuat.

Grab yang hadir di delapan negara, terakhir bernilai lebih dari US$ 14 miliar, sedangkan Gojek senilai US$ 10 miliar telah hadir di Indonesia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

SoftBank telah mendorong kesepakatan sejak Son mengunjungi Indonesia pada bulan Januari, tetapi dia semakin frustrasi dengan kurangnya kemajuan.

Persaingan lama dan bentrokan kepribadian antara para pemimpin kedua perusahaan telah menyebabkan negosiasi yang menemui jalan buntu.

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira mengatakan, secara umum wacana merger antara Grab dan Gojek dapat menguntungkan karena masing-masing perusahaan memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri.

“Contohnya Grab punya keunggulan dalam layanan angkutan roda empat, sedangkan Gojek unggul di angkutan roda dua. Kelebihan ini bisa digabungkan,” katanya sebagaimana melansir dari Kontan, Jumat (04/12).

Selain itu, apabila merger tersebut berhasil, baik Grab dan Gojek dapat melakukan ekspansi di bidang dompet digital yang mengarah pada pengembangan ekosistem fintech di masa mendatang.

Ini mengingat Grab memiliki OVO sedangkan Gojek memiliki Gopay sebagai penyediaan dompet digital di masing-masing aplikasi.

Dia menilai, rencana merger tersebut situasinya seperti mengulang peristiwa merger antara Grab dan Uber beberapa tahun lalu.

Kala itu, Grab memperoleh manfaat berupa perluasan pangsa pasar sekaligus adaptasi teknologi yang lebih canggih.

“Saya rasa manfaat serupa dapat kembali dirasakan jika merger Grab dan Gojek terwujud,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bhima juga berpendapat, rencana merger sebenarnya merupakan kehendak dari investor Grab maupun Gojek.

Menurutnya, jika Grab dan Gojek terus bersaing, maka akan terlalu banyak uang yang dihabiskan hanya untuk mempertahankan pangsa pasar dan menggaet konsumen baru.

Maka dari itu, rencana merger sepertinya mendapat dukungan dari investor jika memang Grab dan Gojek ingin meraih keuntungan lebih cepat.

Terlepas dari itu, rencana merger antara Grab dan Gojek juga dapat mengancam iklim transportasi online di Indonesia.

Sebab, tanpa ada merger pun baik Grab maupun Gojek sudah tampak dominan dalam industri transportasi online nasional.

Jika rencana tersebut terealisasi, bukan tidak mungkin muncul persaingan tidak sehat akibat bisnis yang terkesan dimonopoli.

“Pemain baru akan susah masuk. Makanya, perlu kajian dan analisis yang kuat juga dari KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha), apakah ini termasuk monopoli atau bukan,” ungkap Bhima.

 

Bagaimana tanggapanmu mengenai rencana merger dua teknologi tersebut? Beritahu kami pandangan kalian melalui kolom komentar di bawah ini ya.

Share juga informasi ini pada rekan-rekanmu agar tetap update dengan perkembangan dunia.

 

Bagaimana CARA AMPUH Membeli RUMAH PERTAMA?

Download ebook-nya, GRATIS!!!

13 Ebook Rumah Pertama

 

Sumber Referensi:

  • Redaksi. 03 Desember 2020. Grab dan Gojek Dikabarkan Akan Merger. Liputan6.com – https://bit.ly/3gareko
  • Dimas Andi. 04 Desember 2020. Menilik plus dan minus jika Grab dan Gojek merger. Kontan.co.id – https://bit.ly/3qm6HOp
  • Redaksi. 02 Desember 2020. Gojek & Grab Dikabarkan Sepakat ‘Kawin’. Finance.detik.com – https://bit.ly/33KpRDN
  • Trio Hamdani. 03 Desember 2020. Kata Gojek-Grab soal ‘Perkawinan’ Rp 1.000 Triliun. Finance.detik.com – https://bit.ly/37OtKJl
  • Rahajeng Kusumo Hastuti & Novina Putri Bestari. 03 Desember 2020. Mega Merger Gojek, Brand ‘Grab’ Bakal Hilang dari RI?com – https://bit.ly/33If3Gk

 

Sumber Gambar:

  • Grab Gojek 01 – https://bit.ly/2JJgJIr
  • Grab Gojek 02 – https://bit.ly/3mFpTo7

 

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top