Sejumlah Provinsi Defisit Pangan, Bawang Putih Jadi Langka

#FinansialkuNews bahan pangan bawang putih Corona covid-19 Defisit Lifestyle panganLeave a Comment on Sejumlah Provinsi Defisit Pangan, Bawang Putih Jadi Langka

Sejumlah Provinsi Defisit Pangan, Bawang Putih Jadi Langka

Di tengah pandemi virus corona, bahan pangan di sejumlah provisi di Indonesia mengalami defisit.

Informasi selengkapnya, dapat dibaca dalam artikel Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

 

Stok Pangan Defisit, Bawang Putih Jadi Langka

Menurut laporan yang tersiar di beberapa media stok pangan dan komoditas bahan pokok di Indonesia sedang mengalami defisit.

Berdasarkan catatan, kelangkaan paling menyeluruh secara nasional tejadi pada bawang putih. Sebanyak 31 provinsi mengalami kekurangan stok satu bumbu dapur utama tersebut.

Selain itu, 7 provinsi terjadi kekurangan stok beras. Beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, telur ayam, dan gula pasir juga termasuk ke dalam bahan pangan yang sedang mengamalmi defisit.

Sejumlah Provinsi Defisit Pangan, Bawang Putih Jadi Langka 02

[Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Akhir Tahun Bakal Positifkah?]

 

Adapun, defisit jagung terjadi di 11 provinsi, cabai besar di 23 provinsi, cabai rawit di 19 provinsi, bawang merah di 1 provinsi, telur ayam di 22 provinsi, dan gula pasir di 30 provinsi.

Hanya kebutuhan minyak goreng yang dipastikan cukup bagi 34 provinsi.

Oleh sebab itu, Presiden Joko Widodo meminta pendataan kebutuhan bahan pokok setiap daerah harus dilakukan dengan cepat. Dengan demikian proses distribusi antar daerah dapat berjalan dengan lancar.

“Pastikan distribusi baik sehingga daerah yang defisit kebutuhan pokok bisa disupai dari daerah yang surplus, jadi antar wilayah antar pulau distribusi tidak boleh terganggu,” katanya melansir dari bisnis.com, Rabu (29/04).

Tak hanya itu, Jokowi juga berpesan kepada jajarannya untuk menjaga manajemen pengelolaan.

Di tengah ancaman krisis pangan, seperti yang telah disampaikan Organisasi Pertanian dan Pangan (FAO), hal tersebut menjadi sangat penting.

Melansir Bisnis dari situs resmi, FAO, hingga akhir Maret 2020, dampak pandemi Covid-19 pada ketahanan pangan belum diketahui.

Meski begitu, Covid-19 telah memiliki efek negatif yang signifikan terhadap orang-orang yang berada di sepanjang rantai pasokan makanan, mulai dari produsen ke pengolah, pemasar, pengangkut dan konsumen.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, stok beras secara nasional saat ini mencapai 6,3 juta ton.

“Hingga akhir April ini, panen beras diprediksi sentuh 5,6 juta ton dan cadangan nasional 6,3 juta ton. Artinya, secara umum, cadangan beras nasional masih mencukupi untuk menutup kebutuhan seluruh masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.” Katanya melansir dari Republika, Rabu (29/04).

Asal tahu saja, Sobat Finansialku, pemerintah mencatat ketersediaan pasokan jagung nasional mencapai 1,4 juta ton, cabai besar 12.641 ton, cabai rawit 26.353 ton, bawang merah 1,3 juta ton, telur ayam 46.413 ton, daging ayam 154.763 ton, dan daging sapi 133.944 ton.

 

Perlunya Mencatat Keuangan

Dalam situasi yang tidak pasti ini perhitungan tentang kebutuhan akan hidup memang sangat diperlukan, apalagi menyoal keuangan.

Mengatur keuangan secara manual, memang bukanlah hal yang mudah. Maka untuk itu kamu bisa gunakan aplikasi Finansialku dalam mecatat dan mengelola keuanganmu dengan canggih dan enggak ribet.

Selain mengatur anggaran bulanan, kamu juga bisa melakukan pencatatan keuangan baik pemasukan atau pengeluaran harian.

Ada juga fitur bernama Financial Check Up yang berfungsi untuk memantau kesehatan keuangan kamu.

Untuk lebih lanjutnya kamu dapat mengunduh aplikasi Finansialku yang sudah tersedia di Google Play Store dan Apple Apps Store.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasinya dan kamu akan jadi salah seorang yang cerdik dalam mengatur keuangan.

 

Bagaimana menurutmu, Sobat Finansialku tentang artikel diatas? Kamu bisa berbagi pandanganmu tentang artikel di atas lewat kolom komentar di bawah ini.

Sebarkan informasi ini seluas-luasnya lewat berbagai platform yang tersedia, agar kawan atau sanak-saudaramu tahu apa yang kamu ketahui. Semoga bermanfaat, ya!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 28 April 2020. Atasi Defisit Beras, Bulog Lakukan Manajemen Stok. Beritasatu.com – https://bit.ly/2xZziCT
  • Chandra Gian Asmara. 28 April 2020. Jokowi Ungkap Stok Pangan RI: Beras Hingga Gula Defisit!. CNBC Indonesia – https://bit.ly/2YgK0j6
  • Novy Lumanauw. 28 April 2020. Presiden Jokowi Khawatirkan Defisit Beras di 7 Provinsi. Investor.id – https://bit.ly/35ds61S
  • Muhammad Khadafi. 28 April 2020. Banyak Provinsi Defisit Bahan Pokok, Jokowi: Pastikan Distribusi Berjalan Lancar. Bisnis.com – https://bit.ly/3bNPiqa
  • Sapto Andika Candra. 28 April 2020. Pasokan Pangan Mulai Defisit. Republika.co.id – https://bit.ly/2ShnvXk

 

Sumber Gambar:

  • Defisit Stok Bahan Makanan 01 – https://bit.ly/3aTC3mF
  • Defisit Stok Bahan Makanan 02 – https://bit.ly/2VNgLCQ

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top