Ngobrol Bareng Muhammad Hanif Co-Founder TANAMDUIT Yuk!

Berinvestasi Reksa Dana Bisnis Co-Founder Tanamduit investasi reksa dana Kisah Sukses Muhammad Hanif tanamduitLeave a Comment on Ngobrol Bareng Muhammad Hanif Co-Founder TANAMDUIT Yuk!

Ngobrol Bareng Muhammad Hanif Co-Founder TANAMDUIT Yuk!

Mau tahu kisah sukses Muhammad Hanif? Muhammad Hanif merupakan co-founder dan Chief Business Development TANAMDUIT.

Mau tahu kisahnya? Cek di sini!

 

Rubrik Finansialku

 

Mengenal Sosok Muhammad Hanif

Para Pembaca, Finansialku berkesempatan berbincang-bincang dengan Muhammad Hanif, co-founder sekaligus Chief Business Development sebuah platform reksa dana TANAMDUIT. Penasaran juga kan bagaimana sosok Muhammad Hanif? Yuk kita simak kisahnya!

Muhammad Hanif yang umum disapa Hanif berkisah bahwa beliau mulai bergabung di TANAMDUIT sejak Juli 2017, setelah menyelesaikan masa tugasnya di perusahaan sebelumnya.

Beliau menjelaskan bahwa awal karir beliau dimulai saat bekerja pada sebuah bank swasta nasional, Bank Niaga yang kini bernama Bank CIMB Niaga. Beliau juga pernah berkarir selama 14 tahun pada PT Danareksa, yang merupakan anak perusahaan dari PT Danareksa Investment Management. Setelah itu beliau pernah menjadi wirausahawan selama 2 tahun.

Terakhir beliau membaktikan diri selama hampiur 5 tahun pada PT Mandiri Manajemen Investasi, salah satu perusahaan pengolah reksa dana terbesar di Indonesia sebelum mendirikan TANAMDUIT.

 

Berdirinya TANAMDUIT

Setelah hampir bekerja di bidang pasar modal selama 19 tahun, dirinya menyadari bahwa jumlah investor retail di reksadana hanya sekitar 400-500 ribu meski sudah cukup lama diperkenalkan di Indonesia. Jadi beliau menyadari potensi pasarnya masih sangat besar.

Ngobrol Bareng Muhammad Hanif Chief Business Development TANAMDUIT Yuk! 02 - Finansialku

[Baca Juga: Kisah Sukses Hendy Setiono Pendiri Kebab Baba Rafi, 2 Outlet di 2003 Jadi Lebih Dari 1200 Outlet di 2015]

 

Kedua, beliau juga menyadari bahwa ada kemajuan teknologi yang sudah dapat mendukung proses jual beli di pasar modal. Yang dulunya masih manual kini semuanya jauh lebih mudah.

Alhasil muncullah fintech TANAMDUIT yang pertama luncur pada September 2017, kemudian mulai tersedia di Android dan IOS pada Juli 2018.

 

Perkembangan TANAMDUIT

TANAMDUIT sendiri sudah tidak perlu diragukan lagi, karena sudah memiliki izin sebagai agen penjual reksa dana dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan demikian TANAMDUIT sudah terdaftar resmi dan diawasi langsung oleh OJK.

Di samping itu, TANAMDUIT juga ditunjuk secara resmi oleh kementrian keuangan sebagai mitra resmi untuk mendistribusikan 5 seri Surat Berharga Negara retail sejak April 2018.

Hanif pun menjabarkan bahwa hingga saat ini dalam platform TANAMDUIT tersedia sekitar 70 produk reksa dana dari berbagai macam manajer investasi. Dia menuturkan, jumlah tersebut cukup untuk menyediakan pilihan alternatif untuk berinvestasi.

“Kita belum ada target mau tambah berapa, tapi jumlah tersebut dirasa sudah cukup, rasanya dengan 15 fund manager saja sudah cukup agar tak terlalu banyak produk,” jelasnya.

 

Masa Depan TANAMDUIT

Setelah 3 tahun melanglangbuana, TANAMDUIT tetap memasang target yang cukup menarik. Pasalnya, Platform reksa dana Tanamduit bidik pertumbuhan investor sebanyak dua kali lipat dibanding perolehan saat ini.

Adapun pertumbuhan tersebut diperkirakan juga akan diikuti naiknya dana kelolaan (Asset Under Management/ AUM) mencapai Rp 1 triliun.

“Kita inginnya mencapai Rp 1 triliun, agak sulit diprediksi karena market sedang volatile,” ungkap Hanif.

Muhammad Hanif menyatakan, per Desember 2019 jumlah investor di Tanamduit telah mencapai 160 ribu investor dan ditargetkan dapat mencapai dua kali lipat.

“Targetnya tumbuh dua kali lipat di tahun 2020,” ujarnya.

Saat ditanya soal target investor yang diincar oleh TANAMDUIT, mereka menjelaskan  bahwa kita bisa melihat dari definisi reksa dana itu sendiri. Reksa dana yang dalam bahasa Inggrisnya adalah mutual fund dapat diterjemahkan sebagai dana kolektif.

Dana kolektif ini cocok bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu dalam berinvestasi, serta keterbatasan jumlah atau nilai investasi.

Hanif menambahkan bahwa dengan jumlah investor di Indonesia yang telah mencapai 2,3 juta single investor identification (SID), dimana 1,4 juta nya berasal dari generasi milenial yang sesuai dengan karakteristik investor reksa dana tadi.

Oleh karena itu dengan perkembangan financial technology (Fintech) yang ada, beliau berharap TANAMDUIT mampu menjaring generasi milenial.

 

Pentingnya Financial Planning bagi Muhammad Hanif

Hanif menyarankan kita untuk “tidak menunggu” dalam berinvestasi. Menurutnya, investasi masa kini dapat dimulai dengan nominal yang cukup kecil serta platform yang ada pun sudah mendukung kemudahan berinvestasi.

Beliau pun menambahkan bahwa perencanaan keuangan itu penting, khususnya bagi mereka yang kesulitan dalam berdisiplin keuangan. Jadi, diharapkan dengan perencanaan keuangan kita dapat berinvestasi dengan lebih mudah.

Nah, jika Anda ingin merencanakan keuangan agar bisa sukses seperti yang diungkapkan oleh Muhammad Hanif, yuk download aplikasi Finansialku. Aplikasi keuangan ini tentu akan membantu kita membagi keuangan dan mengalokasikannya dalam berbagai aktivitas termasuk investasi reksa dana.

Belum punya aplikasi Finansialku? Yuk segera download aplikasinya di sini!

 

 

Tonton juga ya interview lengkap dengan Muhammad Hanif, hanya di Youtube channel Finansiaku!

 

Sudah siapkah Anda untuk memulai berinvestasi lewat TANAMDUIT?  

Ajukan pertanyaan Anda bagi tim kami pada kolom di bawah ini.

Perencana Keuangan kami selalu siap untuk membantu Anda, terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Thereis Love. 11 Desember 2019. 2020 Tanamduit Bidik Pertumbuhan Investor Jadi Dua Kali Lipat. Investor.id – https://bit.ly/3c5K5sW
  • Puput Ady. 2 Oktober 2019. Co-Founder dan Direktur TANAM DUIT Muhammad Hanif: “ Kami Punya Tugas Bikin Orang Sejahtera” . Teknologi.bisnis.com – https://bit.ly/3d1sXpy

 

Sumber Gambar:

  • TANAMDUIT 01 – https://bit.ly/2TDLf8W
  • TANAMDUIT 02 – https://bit.ly/2M0dj1W

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top