Merger, Saham Bank Syariah BRIS Dikuasai Bank Mandiri

#FinansialkuNews Bank Syariah BMRI BRIS Ekonomi Perbankan Saham Saham Bank SyariahLeave a Comment on Merger, Saham Bank Syariah BRIS Dikuasai Bank Mandiri

Merger, Saham Bank Syariah BRIS Dikuasai Bank Mandiri

Saham Bank BRI Syariah mayoritas akan dipegang PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) setelah penggabungan tiga bank syariah pelat merah.

Ketahui selengkapnya dalam artikel Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

 

Tiga Bank Syariah Bergabung

Penggabungan tiga bank syariah pelat merah nantinya akan menjadikan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) menjadi pemegang saham mayoritas dari PT Bank BRISyariah Tbk. (BRIS).

BRI Syariah merupakan entitas yang akan menerima penggabungan atau surviving entity, dan berpotensi mengalami dilusi tajam dan tersisa 4 persen.

Melansir Bisnis Indonesia, Rabu (21/10) skema penggabungan atau merger dimulai dengan peningkatan modal dasar BRI Syariah.

Adapun saham dua bank yang akan bergabung yaitu PT Bank Syariah Mandiri (BSM) dan PT Bank BNI Syariah akan dikonversi menjadi modal BRIS.

Komposisi pemegang saham pada lainnya adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) 25,0%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) 17,4%, DPLK BRI – Saham Syariah 2% dan publik 4,4%.  

Oleh karena itu, BRI Syariah akan menerbitkan saham baru sebanyak 31,13 miliar lembar sehingga setelah penggabungan jumlah sahamnya menjadi 40,84 miliar lembar.

8 Produk Tabungan Bank Mandiri yang Oke Buat Kamu 03

[Baca Juga: Analisa Saham BMRI: Prospek Saham Bank Mandiri]

 

Sebelum merger, saham yang diterbitkan BRI Syariah sebanyak 9,71 miliar sedangkan BSM dan BNI Syariah masing-masing 597,80 juta lembar dan 2,92 juta lembar

“Sehubungan dengan konversi untuk Penggabungan ini, setiap saham BSM setara dengan 34,9700 saham dari Bank Yang Menerima Penggabungan dan setiap saham BNIS setara dengan 3.500,2767 saham dari Bank Yang Menerima Penggabungan,” demikian kutipan ringkasan rencana merger.

Konversi saham tersebut didasarkan pada nilai pasar masing-masing saham bank yang terlibat merger.

Hasil penilaian independen menunjukkan, nilai pasar wajar 100 persen ekuitas BRI Syariah per 30 Juni 2020 sebesar Rp 7,59 triliun atau setara Rp 781,29 per saham.

Nilai pasar ekuitas BSM untuk periode yang sama sejumlah Rp 16,33 triliun atau Rp 27.321,67 per saham.

Sementara itu, nilai pasar wajar ekuitas BNI Syariah mencapai Rp 7,99 triliun atau setara Rp 2,73 juta lembar. Perbedaan nilai pasar wajar disebabkan perbedaan jumlah nominal saham yang diterbitkan masing-masing bank.

Seiring dengan penggabungan, efek dilusi kepemilikan saham BRI Syariah mencapai 76,2 persen. Adapun dilusi kepemilikan saham di BSM dan BNI Syariah masing-masing 48,8 persen dan 75 persen.

Setelah dikonversi, pemegang saham pengendali BRI Syariah akan beralih dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Jumlah saham publik di BRI Syariah merosot. Semula saham publik mencapai 18,47 persen. Setelah merger, saham publik tersisa 4,4 persen.

Untuk diketahui, rencana merger belum mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan. Masing-masing bank yang terlibat juga perlu mendapat persetujuan dari pemegang saham lewat rapat umum pemegang saham luar biasa.

Berdasarkan timeline yang diumumkan masih ada 19 tahap lagi yang mesti ditempuh sebelum merger secara hukum efektif pada 1 Februari 2020.

Direktur Utama BRISyariah, Ngatari menyebutkan fase penggabungan ini masih akan panjang untuk dilalui perusahaan sesuai dengan regulasi, sebagaimana dikutip dari Sinar Harapan.

Menurutnya, penggabungan ini akan mengedepankan karyawan, nasabah, mitra usaha, dan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat.

 

Bagaimana menurutmu, Sobat Finansialku tentang artikel diatas? Kamu bisa berbagi komentar lewat kolom komentar di bawah ini.

Sebarkan informasi ini seluas-luasnya lewat berbagai platform yang tersedia, agar kawan atau sanak-saudaramu tahu apa yang kamu ketahui. Semoga bermanfaat, ya.

 

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

9 Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

 

Sumber Referensi:

  • Redaksi. 19 Oktober 2020. Defisit APBN Sentuh Rp 682 T, Sri Mulyani Nilai Sejalan Dengan Target. Tempo.co – https://bit.ly/2FMfLJW
  • Rivki Maulana. 21 Oktober 2020. Merger Bank Syariah, Saham Publik di BRIS Tersisa 4 Persen. Bisnis.com – https://bit.ly/35hucOS
  • Monica Wareza. 21 Oktober 2020. Deal! Merger Bank Syariah, Mandiri Genggam 51% Saham BRIS. Cnbcindonesia.com – https://bit.ly/3dW0KC5
  • Redaksi. 21 Oktober 2020. Bank Mandiri Akan Kuasai 51% Saham Bank Syariah Hasil Merger. https://bit.ly/2FPu8x6

 

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top