Ketahui Tips Membeli Obligasi Yang Bikin Untung

Investasi Investasi Obligasi Membeli Obligasi Obligasi Tips Membeli Obligasi Untung ObligasiLeave a Comment on Ketahui Tips Membeli Obligasi Yang Bikin Untung

Ketahui Tips Membeli Obligasi Yang Bikin Untung

Saatnya memiliki peluang mendapatkan untung menggulung dengan tips membeli obligasi berikut ini! Selamat berinvestasi!

Baca sampai tuntas, sebelum Anda memutuskan untuk jadi investor.

 

Rubrik Finansialku

 

Peluang Untung Membeli Obligasi

Tahun 2020 ini masyarakat Indonesia mempunyai kesempatan kembali untuk menolong keuangan negara dengan cara turut berpartisipasi melalui pembelian produk Surat Berharga Negara (SBN) atau obligasi.

Sudah ditetapkan bahwa pemerintah melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu telah mengumumkan 6 penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) bagi pemodal individu atau ritel.

Berdasarkan informasi yang didapat dari Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, dana hasil penerbitan SBN ritel pada 2020 ditargetkan sekita 40 triliun hingga 60 triliun rupiah.

Perbedaan Saham dan Obligasi 3

[Baca Juga: Investasi dan Peluang Usaha Harus Disiasati Meskipun Rupiah Melemah, Begini Caranya!]

 

Enam penerbitan tahun ini terdiri dari jenis Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Tabungan (ST), Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Ritel (Sukri) dengan jadwal penerbitan sebagai berikut:

  1. Seri SBR009 masa penawaran 27 Januari – 13 Februari 2020 setelmen 19 Februari 2020
  2. Seri SR-012 masa penawaran 24 Februari – 19 Maret 2020 setelmen 26 Maret 2020
  3. Seri SBR010 masa penawaran 23Juni – 9 Juli 2020 setelmen 15 Juli 2020
  4. Seri ST007 28 masa penewaran Agustus – 23 September 2020 setelmen 30 September 2020
  5. Seri ORI017 masa penaawaran 1 – 22 Oktober 2020 setelmen 28 Oktober 2020
  6. Seri ST00826 masa penawaran Oktober – 12 November 2020 setelmen 19 November 2020

 

Tips Membeli Obligasi: Investasi Jenis-jenis Surat Berharga Negara (SBN)

Tidak hanya menolong negara, melalui investasi obliasi atau Surat Berharga Negara (SBN), para investor bisa mendapatkan keuntungan berupa pengembalian dana dari kupon. Berikut ini jenis-jenis Surat Berharga Negara (SBN):

#1 Savings Bond Ritel (SBR)

Sifat SBR, sesuai dengan namanya, memang mirip dengan tabungan (saving) atau deposito bank karena tidak bisa diperdagangkan di pasar sekunder.

Artinya, SBR hanya bisa dibeli pada masa penawaran dan disimpan hingga waktu jatuh tempo, kecuali investor memilih fasilitas early redemption (pencairan awal). Masa pencairan awal ini adalah pilihan dan biasanya bisa diambil setelah setahun berinvestasi.

Karena untuk ritel, investasi awal SBR sangat rendah, mulai dari Rp1 juta (unit) hingga 3 miliar rupiah (3000 unit). Biasanya, tenor dari SBR tidak terlalu panjang, seperti SBR006 yang terbit pada April lalu memiliki tenor 2 tahun saja. Imbalan atau kupon SBR biasanya ditetapkan floating with floor atau mengambang dengan batas minimal.

 

#2 Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI)

Obligasi Negara yang bisa diperdagangkan oleh investor ritel. Tujuan diterbitkannya ORI adalah untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat atau investor individual untuk secara langsung memiliki dan memperdagangkan secara aktif dalam perdagangan Obligasi Negara.

Pahami Dulu Ketentuan dan Prinsip Obligasi Mudharabah 02

[Baca Juga: HRD dan Startup Founder Perlu Tahu Kompensasi dan Benefit untuk Karyawan]

 

Kupon ORI bersifat tetap dan dibayar tiap bulan. Sebagai instrumen investasi, Sukri dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Artinya, investor yang membeli ORI tidak harus memegangnya hingga jatuh tempo tetapi bisa menjualnya di pasar.

 

#3 Sukuk Ritel (Sukri)

Sukri secara umum mirip dengan ORI tetapi berbasis syariah. Sukri dijual kepada investor individu melalui Agen Penjual dengan pembelian minimal 5 juta rupiah. Imbalan Sukuk Ritel bersifat tetap, dibayar tiap bulan. Sebagai instrumen investasi, Sukri dapat diperjualbelikan di pasar sekunder.

 

#4 Sukuk Tabungan (ST)

ST secara struktur mirip dengan SBR tetapi berbasis syariah. ST dijual kepada investor individu masyarakat Indonesia melalui agen penjual dengan pembelian minimal Rp2 juta. Kupon ST biasanya floating with floor dan dibayarkan tiap bulan. Sama seperti SBR, ST tidak dapat diperdagangkan, tetapi memiliki fasilitas early redemption.

Kenali investasi yang menguntungkan dengan mengunduh secara gratis E-Book Panduan Berinvestasi bagi Pemula dari Finansialku berikut ini:

 

Tips Membeli Obligasi: Mekanisme Keuntungan Obligasi

Bagi Anda para investor obigasi, sudah tahukah Anda bagaimana menghitung keuntugan yang bisa Anda dapatkan melalui pembelian obligasi? Misalnya, Anda sebagai investor membeli Obligasi Ritel Indonesia dengan kupon bunga sebesar 7,50% dan Anda berinvestasi sebesar Rp 50.000.000 dengan bunga yang dibayarkan setiap tanggal 15 setiap bulannya.

Tertarik Investasi_ Pahami Dulu Berbagai Jenis Obligasi yang Menguntungkan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Hati-hati dengan Investasi Bodong: Tawaran Menarik yang Menjerumuskan Anda]

 

Berikut ini perhitungan atau mekanisme keuntungan obligasinya:

Keuntungan kotor                               : Rp 50.000.000 x 7,50 %        = Rp 3.760.000

Keuntungan kotor setiap bulan        : Rp 3.760.000 ÷ 12                  = Rp 313.333

Pajak obligasi 15%                               : Rp 313.333 x 15 %                   = Rp 46.999

Keuntungan bersih tiap bulan          : Rp 313.333 – Rp 46.999       = Rp 266.334

Ringkasan Mekanisme Keuntungan Obligasi

Jenis Obligasi                                                          Obligasi Ritel Indonesia

Jumlah Investasi                                                          : Rp 50.000.000

Bunga                                                                              : 7.50 %

Total Keuntungan Kotor                                             : Rp 3.760.000

Keuntungan Kotor Setiap Bulan                                : Rp 313.333

Pajak                                                                                : 15 %

Besar Pajak yang harus dibayarkan setiap bulan   : Rp 46.999

Total Keuntunga Bersih Setiap Bulan                       : Rp 266.334

Tips Membeli Obligasi

Meski tergolong aman dalam berinvestasi obligasi terutama obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah, para investor perlu tahu tips membeli obligasi berikut ini:

#1 Tetapkan Tujuan Investasi

Para investor handal memiliki tujuan dari setiap langkah investasi yang mereka lakukan, demikian juga para investor obligasi. Biasanya, para investor obligasi cenderung memilih obligasi karena menginginkan pendapatan saat ini daripada peningkatan harga obligasi untuk masa yang akan datang.

Para investor cenderung memilih obligasi dengan pengembalian maksimal selama 3 tahun. Oleh sebab itu jenis invetasi obligasi biasanya memiliki tujuan investasi jangka menengah.

 

#2 Kemampuan Memprediksi Tingkat Suku Bunga

Salah satu tantangan dalam berinvestasi obligasi adalah sulitnya memperkirakan tingkat suku bunga (Nilai Rate of Return atau ROR Obligasi) secara umum dimasa yang akan datang, Investor obligasi perlu melatih kemampuan untuk memprediksi tingkat suku bunga.

 

[Baca Juga: Top 5 Investasi Hari Tua yang Menguntungkan untuk Para Pensiunan di Indonesia]

 

Ada berbagai faktor yang mempengaruhinya yaitu perkembangan ekonomi moneter misalnya perkembangan ekspor, utang luar negeri, kebijakan Bank Indonesia, dan APBN.

 

#3 Langkah Strategi Investasi Obligasi

Jika dilihat dari perkembangan moneter terdapat indikasi kecenderungan suku bunga akan meningkat, maka ini adalah langkah yang sangat tepat untuk melakukan pembelian obligasi jangka pendek.

 

[Baca Juga: Top 5 Investasi Hari Tua yang Menguntungkan untuk Para Pensiunan di Indonesia]

 

Hal ini bisa ditempuh dengan menjual obligasi jangka panjang (seandainya saat ini Anda memilikinya), namun jika keadaan moneter menunjukkan indikasi sebaliknya maka inilah saat yang tepat untuk membeli obligasi berjangka panjang.

Jika ingin memperoleh capital gain, ketika suku bunga sudah jelas akan naik, langkah yang diambil adlaah dengan menjual obligasi yang telah dimiliki.

 

 

#4 Periode Jatuh tempo Obligasi

Biasanya Obligasi berjangka pendek memberikan nilai ROR lebih kecil dengan keadaan yang lebih stabil. Bagi para investor yang selalu menginginkan keamanan sebaiknya memilih Obligasi berjangka pendek, demikian pula sebaliknya.

Jika investor menginginkan pendapatan yang lebih tinggi dan berani menanggung risiko yang lebih besar maka pilihan obligasi jangka panjang dengan nilai Yield to Maturity (YTM) paling tinggi.

 

 

Anda dapat membagikan informasi di atas kepada rekan yang berencana akan menjual unit apartemennya. Selain itu, Anda juga dapat membagikan setiap artikel Finansialku kepada rekan atau kenalan yang membutuhkan!

 

Apabila Anda memiliki kesulitan dalam perencanaan keuangan, Anda dapat menghubungi Konsultan Perencana Keuangan Finansialku yang siap membantu Anda. Jika Anda memiliki saran, tanggapan atau pertanyaan, Anda dapat menuliskannya pada kolom yang telah tersedia di bawah ini. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Bareksa. 15 Januari 2020. Ini Jadwal Penerbitan Enam Seri SBN Ritel Tahun 2020. bareksa.com – https://bit.ly/33V9LpC
  • Dendy Herdianto. 20 September 2019. Panduan Lengkap Obligasi Untuk Investor Pemula. id – https://bit.ly/2JmTX5N
  • Bareksa. 22 Maret 2019. Mau Investasi di Obligasi Negara atau Korporasi? Ini Tips Agar Untung. bareksa.com – https://bit.ly/2Jov0Ha
  • Carolina Ratri. 1 Oktober 2019. Beberapa Jenis Obligasi yang Harus Diketahui oleh Investor Pemula. com – https://bit.ly/3atbpRX
  • Ferry Rinaldi. Tips Strategi Investasi Obligasi yang Aman. pro – https://bit.ly/3dMuRvc

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top