Ini Pengertian dan Perbedaan Hardskill dan Softskill di Dunia Kerja!

cara melatih hardskill contoh hard skill dalam organisasi hard skill yang dibutuhkan hard skill yang dibutuhkan perusahaan Hardskill hubungan hard skill dan soft skill Karir Mindset perbedaan penting antara hardskill dan softskillLeave a Comment on Ini Pengertian dan Perbedaan Hardskill dan Softskill di Dunia Kerja!

Ini Pengertian dan Perbedaan Hardskill dan Softskill di Dunia Kerja!

Dengan ketatnya persaingan di dunia kerja, kamu harus bisa menguasai baik hardskill maupun softskill. Apa perbedaan dari keduanya? Yuk, pelajari lebih lanjut lewat artikel ini.

 

RubrikFinansialku

 

Hardskill dan Softskill

Ketatnya persaingan di dunia kerja, membuat banyak orang mulai memperhatikan hardskill dan softskill yang mereka miliki.

Sebab, kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini semakin lama semakin harus berkejar-kejaran dengan perkembangan budaya dan teknologi dunia.

Era globalisasi yang dimulai pada tahun 2000-an, sedikit banyak mempengaruhi cara dan kebutuhan dunia kerja.

Ditambah dengan sistem kerja Masyarakat Ekonomi Asean, kini persaingan kerja bukan lagi dengan sesama warga negara saja, melainkan juga dengan warga negara asing.

Tentu dalam hal ini dibutuhkan kemauan setiap personal untuk mengembangkan kemampuan mereka masing-masing.

Berbicara soal kemampuan, maka kita harus mengetahui bahwa kemampuan dalam dunia kerja terbagi dalam dua kategori yaitu hardskill dan softskill. Terdengar sama namun sebenarnya berbeda, mari Sobat Finansialku kita pelajari perbedaannya bersama.

 

Perbedaan Hardskill dan Softskill

Dalam hardskill, kecenderungan kemampuan dapat berupa spesifikasi keahlian yang dibutuhkan untuk karir profesional, sebut saja seperti akuntansi, pemrograman aplikasi, desain grafis, resepsionis, web developer, dll.

Sementara softskill cenderung berupa kemampuan unik yang melekat pada kepribadian tiap orang. Kemampuan ini membuat seorang akan tampak lebih unggul dan percaya diri daripada karyawan lainnya meski memiliki hardskill yang sama.

Sekalipun kedua kemampuan ini dapat dipelajari, dalam praktiknya softskill memiliki kerumitan tersendiri untuk dipahami bila dibandingkan dengan hardskill.

Tak sedikit orang yang memiliki softskill hebat, berkat pengalaman hidup yang dialaminya atau memang didikan karakter sejak kecil. Hal ini yang membuat softskill dinilai lebih subjektif dan lebih sulit untuk diukur.

Perbedaan keduanya yang paling mendasar adalah hardskill bisa dibuktikan, sementara softskill tidak. Dalam sebuah CV dan wawancara kerja, kamu bisa mempresentasikan diri lewat hardskill yang telah kamu kuasai.

Sementara lain hal, softskill tidak dapat begitu saja  dicantumkan pada CV. Namun biasanya, kemampuan ini akan terlihat dari hasil tes psikologi.

Ini Pengertian dan Perbedaan Hardskill dan Softskill di Dunia Kerja! 01 - Finansialku

[Baca Juga: 5+ Skill yang WAJIB Dimiliki Saat Ini Dalam Menghadapi Tantangan Zaman]

 

Memahami Hardskill

Sederhananya, jika kamu dapat mengoperasikan komputer, mengerjakan pekerjaan kantor dan lain sebagainya, itu dapat dikategorikan sebagai hardskill.

Jika melansir The Balance Career, hardskill umunya kita peroleh dari pendidikan formal seperti perkuliahan, serta deretan program lain seperti pelatihan, magang, kelas singkat, kelas online, program sertifikasi, dan juga training di perusahaan

Hardskill adalah kemampuan yang dapat kamu asah dan pelajari melalui latihan dan pendidikan.

 

Sebagai contoh beberapa hardskill dalam bidang-bidang pekerjaan, seperti:

  1. Bidang Teknologi dan Komputer

Kemampuan paling dasar untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja adalah dapat menguasai Microsoft Office untuk menunjang kegiatan bekerja.

Untuk ranah yang lebih jauh, beberapa perusahaan memerlukan beberapa kemampuan yang lebih spesifik seperti menguasai  HTML/CSS, JavaScript, Operating system, CMS dan lainnya.

 

  1. Bidang Marketing

Kemampuan yang tergolong ke dalam keterampilan di bidang marketing, beberapa hal ini perlu dikuasai seperti copywriting, sosmed marketing, project management, search engine optimization (SEO), search engine marketing (SEM), content marketing.

 

  1. Bidang Design

Berikut ini beberapa keterampilan dari desain yang sering dicari oleh perusahaan seperti: user experience (UX) design, user interface (UI) design, Adobe Creative Suite (InDesign, Photoshop, Illustrator), digital design software, graphic designer, photo dan video editing.

 

Jika kamu sudah memenuhi beberapa kemampuan tersebut, kamu harus terus melatihnya agar kamu bisa menjadi seorang yang ahli di bidangnya.

Dan hasil karya dan kerjamu akan tertunjang jauh lebih pesat jika kamu pun menambahkan softskill di dalamnya. Nah, apa kamu sudah memiliki softskill yang tepat?

 

Pengertian Softskill

Kamu mungkin pernah mendengar bahwa selain aspek akademik, masih banyak hal yang harus dipelajari seseorang untuk dapat menghadapi dunia kerja.

Salah satu yang terpenting adalah softskill. Dengan persaingan kerja yang semakin ketat, tentunya kamu juga harus memiliki softskill yang lebih agar dapat bersaing di dunia kerja.

Softskill dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain dan mengatur emosi dalam diri. Softskill itu kepribadian, karakteristik, daya tarik sosial, kemampuan berbahasa, kepedulian serta optimisme.

Softskill dalam dunia kerja, khususnya untuk kamu yang sedang bekerja di suatu perusahaan, kemampuan ini sangatlah penting.

Jika kamu memiliki softskill yang baik, kamu dapat memotivasi diri dan orang lain, beradaptasi dengan lingkungan, membangun relasi, kerja sama, bertanggung jawab dan masih banyak manfaat lainnya.

 

Di bawah ini beberapa softskill yang diperlukan dalam dunia kerja.

  1. Berpikir Kritis

Sebagai profesional muda,  softskill pertama yang harus dimiliki adalah berpikir kritis. Kamu bisa melatih softskill ini dengan dua cara, yang pertama adalah membaca buku dan yang kedua adalah melalui debat dan diskusi.

Kedua kegiatan ini akan banyak membantu kamu mengembangkan softskill  berpikir kritis. Dengan membaca, kamu dapat terbantu dalam mengenal lebih banyak kosa kata, membuka wawasan sekaligus sebagai pembelajaran tentang macam-macam topik.

Melatih diri dalam debat dan diskusi, kegiatan ini tidak perlu terlalu jadi serius, kamu bisa melakukannya bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja dengan cara membahas sebuah topik tertentu yang menuai pro dan kontra.

Kamu bisa sekadar membahas isu-isu hangat di sekitarmu, adegan atau prediksi film, juga membahas tentang buku yang baru kamu baca.

 

Softskill yang terkait dengan berpikir kritis ini meliputi:

  • Pola pikir logis
  • Kemampuan memecahkan masalah
  • Kreativitas
  • Fleksibilitas
  • Tingginya rasa ingin tahu
  • Tingginya selera artistik
  • Kemauan belajar hal baru

Ini Pengertian dan Perbedaan Hardskill dan Softskill di Dunia Kerja! 03 - Finansialku

[Baca Juga: Celaka Jika Anda Tidak Memiliki 10 Skill Kepemimpinan Ini!]

 

  1. Komunikasi yang Baik

Segala sesuatu akan terhubung dan berjalan dengan baik jika kamu dapat menguasai softskill yang satu ini. Tidak hanya akan baik untuk pekerjaan para profesional muda, tetapi juga akan berpengaruh untuk kehidupan bermasyarakat sehari-hari.

Untuk mendapatkan softskill  ini, kamu bisa mulai dari menahan diri untuk menjawab dan lebih banyak melatih diri untuk mendengar. Jadilah pendengar yang baik.

Kecenderungan seseorang saat mendengarkan orang lain bicara, kebanyakan dari mereka akan berfokus pada apa yang harus mereka jawab atau katakan kemudian, bukan pada topik yang sedang dibicarakan.

Belajar mendengarkan dengan baik, maka kamu akan dapat belajar berbicara dengan baik, ketika dua-duanya telah kamu kuasai, maka kamu akan menjadi komunikator yang baik.

Tambahan lain untuk mengembangkan softskill  ini adalah dengan cara merekam atau kembali mengingat percakapan yang kamu lakukan, kemudian kamu menganalisis pada bagian-bagian mana saja kamu harus memoles cara kamu berkomunikasi.

 

Berbagai contoh softskill  dengan dasar komunikasi meliputi:

  • Kemampuan persuasi
  • Kelancaran presentasi
  • Kemampuan bernegosiasi
  • Berbicara di depan umum
  • Membaca body language lawan bicara

Kemampuan menggunakan komunikasi non-verbal (seperti intonasi nada, gestur tangan, ekspresi wajah, dsb.)

 

  1. Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan softskill  yang akan membawa kamu menjadi leader yang dipercayakan sebuah tanggung jawab tertentu.

Aspek yang satu ini menitikberatkan pada kemampuan seseorang dalam pengambilan keputusan dalam kondisi tertentu. Termasuk bagaimana menangani dan mengendalikan situasi yang melibatkan orang banyak.

Softskill  yang termasuk dalam kategori kepemimpinan meliputi:

  • Kemampuan manajemen konflik
  • Pengambilan keputusan
  • Kemampuan mentoring
  • Kemampuan supervisi

Ini Pengertian dan Perbedaan Hardskill dan Softskill di Dunia Kerja! 02 - Finansialku

[Baca Juga: 5 Skill Dalam Dunia Kerja yang Saya Lakukan Dalam Keluarga]

 

  1. Manajemen

Seorang yang dapat menguasai ilmu manajemen, maka setiap aspek dalam dirinya akan dikelola dengan baik.  Dalam dunia kerja hal ini sangat berguna. Jika kamu dapat memanajemen waktu dengan baik, kamu akan menjadi seorang yang tepat waktu.

Datang terlambat atau menyelesaikan tugas lewat dari deadline adalah sebagian contoh bahwa kamu tidak memiliki manajemen waktu yang baik.

Hal ini juga menunjukkan bahwa kamu adalah pribadi yang kurang disiplin dan tentunya tidak profesional. Sebaiknya buatlah sebuah timeline dan jadwal kerja harian untuk menguasai softskill  manajemen waktu yang baik.

Tidak hanya dalam memanajemen waktu, kemampuan kamu dalam melatih komunikasi juga sedikit banyak telah melatih dirimu dalam memanajemen emosi.

Yang berkaitan juga dengan emosi, dalam dunia kerja kamu perlu juga memiliki kemampuan manajemen stres, kamu bisa memahami dan mengelola tingkat stres dengan cara mendengarkan lagu, bercerita pada seseorang atau berolahraga.

Yang tak boleh ketinggalan dalam manajemen adalah kemampuan manajemen keuangan. Jika kamu seorang profesional muda, tentu kamu memiliki penghasilan yang perlu kamu kelola.

Dalam mengelola keuangan memang gampang-gampang susah, kamu memerlukan kedisiplinan dalam mengaturnya.

Jika kamu merasa kekurangan daya dalam dalam softskill yang satu ini, kamu boleh banget belajar melalui aplikasi Finansialku.

Dengan aplikasi ini, kamu bisa mengatur dan merencanakan keuanganmu dengan baik hanya melalui smartphone kamu, lho. Aplikasi Finansialku bisa kamu download gratis di Google Playstore atau Appstore.

Selain melalui aplikasi Finansialku, kamu juga bisa mengetahui tips mengatur keuangan dengan baik lewat audiobook dengan judul Cara Sukses Atur Gaji Ala Karyawan berikut ini.

banner -cara sukses atur gaji ala karyawan

 

 

Kiat-Kiat Meningkatkan Hardskill dan Softskill

Setelah memahami pengertian dan perbedaan kedua kemampuan ini, kamu juga harus mengetahui bagaimana cara meningkatkan kemampuanmu. Terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan, yaitu:

 

#1 Mengikuti Kursus

Lewat kelas kursus, kamu bisa mengasah softskill dan hardskill. Lewat kelas kursus tertentu seperti kelas public speaking salah satunya, softskill kamu dapat terasah.

Beberapa metode seperti kelas leadership dan kegiatan pelatihan kepemimpinan berguna dalam mengajarkan cara-cara memimpin dan metode-metode efektif dalam membangun sebuah tim.

Kursus pengembangan diri seperti ini dapat mengajarkan banyak softskill, seperti komunikasi, pemecahan masalah, berpikir kritis, hingga berbicara di depan umum.

Sedangkan kursus komputer, menjahit, reparasi elektronik dan akunting bisa meningkatkan hardskill yang kamu miliki. Sehingga, kamu dapat melengkapi kemampuan hardskill lainnya agar saling menunjang.

 

#2 Fokus Menciptakan Kebiasaan yang Benar 

Terdapat perbedaan mendasar antara belajar secara pasif dan belajar secara aktif. Belajar dengan cara aktif berarti kamu mempraktikkannya secara langsung.

Caranya, ciptakan kebiasaan baru secara disiplin dengan menanamkan skill yang ingin kamu tingkatkan ke dalam keseharian.

Misalnya, jika kamu ingin meningkatkan skill berbahasa Inggris, maka kamu akan mulai mencoba ikut dalam percakapan bahasa Inggris, mencari metode efektif dalam meningkatkan skill ini, mencari grup diskusi dengan bahasa Inggris dan cara-cara lainnya.

 

#3 Menemukan Mentor

Dengan menemukan mentor, maka kamu akan diberi bimbingan jangka pendek maupun jangka panjang. Lewat seseorang yang lebih berpengalaman dapat memberikan inspirasi dan perspektif baru.

Seorang mentor bisa menilai dengan objektif dan jujur tentang kemampuan yang kamu miliki. Mereka akan memantau dan menilai apa saja kekuatan dan kelemahan serta memberikan saran langkah apa saja yang dapat dilakukan.

 

#4 Bekerja dengan Kreatif

Kreativitas dapat dilatih dengan meniru dan membuat stimulasi pola pikir yang unik. Beberapa cara yang dianggap efektif dapat dilakukan dengan berdiskusi dengan orang lain, ini akan merangsang keterampilan softskill dan hardskill kamu.

Hal lain yang dapat kamu lakukan bisa juga seperti melakukan brainstorming dengan orang lain, menonton film berkualitas, membaca buku atau acara TV yang bermanfaat.

Upaya lainnya yaitu dengan bergaul bersama orang-orang kreatif dan inovatif sehingga memberimu inspirasi.

Dengan kemauan yang kuat, tidak hal ada yang sulit. Setiap halangan akan kamu lihat sebagai tantangan yang perlu kamu taklukan. Menguasai dengan baik hardskill membuat kamu menjadi seorang yang ahli dan akan dicari.

Menguasai softskill membuat kamu menjadi seorang yang disukai dan akan membuat kamu dapat mengendalikan situasi. Dengan keduanya, niscaya kamu memiliki peluang besar untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

 

Itulah penjelasan mengenai hardskill dan softskill yang sering dibutuhkan dalam dunia kerja. Apakah kamu sudah merasa bahwa kemampuanmu sudah cukup atau masih kurang? Share jawaban kamu di kolom komentar, ya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk pengembangan kemampuan kamu. Jangan lupa bagikan artikel ini pada rekan kerjamu, ya. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Redaksi. 21 Januari 2019. INI PERBEDAAN ANTARA HARD SKILL DAN SOFT SKILL, PAHAMI SEBELUM MASUK DUNIA KERJA! karirpad.com – https://bit.ly/3bS2xHI
  • Rifqi FK. 5 Perbedaan Antara Hardskill dan Softskill di Dunia Kerja. campuspedia.id – https://bit.ly/3kxysRG
  • Admin. Hard Skill dan Soft Skill. pengembangandiri.com – https://bit.ly/3r7nGE0
  • Admin. 21 November 2018. Pentingnya “Hardskill” dan “Softskill” dalam Dunia Karir. kompasiana.com – https://bit.ly/2Od2Gxe
  • Tsalis Annisa. 10 Januari 2021. Perbedaan hard skill dan soft skill disertai contohnya. ekrut.com – https://bit.ly/3sxd3e0
  • Mutia Isni Rahayu. 21 Januari 2021. 10 Soft Skill yang Perlu Dimiliki oleh Semua Profesional Muda. glints.com – https://bit.ly/2NLXUGY
  • Maulana Adieb. 26 Februari 2021. Apa Itu Hard Skill? Simak Pengertian dan Cara Meningkatkannya di Sini. glints.com – https://bit.ly/3bQ15FF

 

Sumber Gambar:

  • http://bit.ly/3uUWzyh
  • https://bit.ly/3bYZWeY
  • http://bit.ly/3c5NXMx

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top