Ini Pelajaran Keuangan Drakor Hospital Playlist yang Tersembunyi!

#FinansialkuPlanner Drakor Hospital Playlist Finansialku Planner Hospital Playlist Keuangan Mengatur Keuangan Pelajaran Keuangan Drakor Hospital PlaylistLeave a Comment on Ini Pelajaran Keuangan Drakor Hospital Playlist yang Tersembunyi!

Ini Pelajaran Keuangan Drakor Hospital Playlist yang Tersembunyi!

Kata siapa drakor Hospital Playlist cuma bercerita soal persahabatan antar dokter? Ada pelajaran keuangan yang bisa dipetik juga, lho!

 

Rubrik Finansialku

 

Pelajaran Keuangan Drakor Hospital Playlist

Siapa di antara Sobat Finansialku yang mengisi masa karantina ini dengan nonton drama Korea? Yes! Penulis pun begitu.

Drama Korea yang punya tema bervariasi bisa dibilang jadi salah satu cara ampuh membunuh kebosanan dan ketakutan di tengah pandemi.

Nah, kali ini penulis ingin mengajak Sobat Finansialku untuk membahas drama yang masih tayang di netflix Global dan Korea Selatan berjudul Hospital Playlist (슬기로운 의사생활) atau yang dalam Bahasa Indonesia berarti ‘Keseharian Para Dokter’.

Drama yang ditayangkan sekali tiap minggu ini menyuguhkan cerita yang hangat dengan tema slice of life atau kehidupan sehari-hari, cukup berbeda dengan drama Korea akhir-akhir ini yang punya plot yang cukup sulit ditebak.

[Baca Juga: CATET! 7 Pelajaran dari Drama A World of Married Couple]

 

Berkisah tentang geng 99s, 5 orang sahabat yang semuanya berprofesi sebagai dokter di Rumah Sakit Yulje:

  • Lee Ik Jun, Asisten Profesor Bedah Umum dan single father yang serba bisa
  • Kim Jun Wan, Profesor Bedah Kardiotoraks yang pemarah tapi sebenarnya berhati lembut
  • Ahn Jong Won, Asisten Profesor Bedah Anak yang punya cita-cita jadi biarawan
  • Yang Seok Hyung, Profesor Spesialis Kandungan yang introvert; dan
  • Chae Song Hwa, Kepala Profesor Bedah Syaraf yang punya dedikasi tinggi pada pekerjaannya.

 

Drama Hospital Playlist menceritakan keseharian kelima sahabat tersebut dari suka duka menjadi dokter, cita-cita pribadi, kehidupan asmara, persahabatan, hingga bermusik.

Tapi yang tidak kalah menarik adalah ternyata, drama di balik dramanya yang santai dan refreshing, ada beberapa pelajaran keuangan yang bisa kita ambil, lho! Yuk kita runutkan:

 

#1 Hidup Sederhana

Masih ingat di awal episode ketika Direktur Rumah Sakit Yulje meninggal dan terungkap bahwa beliau adalah ayah Ahn Jong Won, yang juga otomatis menjadi pewaris tunggal rumah sakit?

Ya, scene-nya memang kocak, apalagi ternyata Jong Won punya empat kakak yang mengabdikan diri menjadi biarawan dan biarawati.

Di balik scene-nya yang sukses bikin ketawa, kita justru disuguhkan pada pembelajaran hidup yang (kelewat) sederhana dari sosok Jong Won, lho!

Untuk informasi tambahan saja, gaji dokter dengan status profesor di Korea Selatan itu jumlah bisa sampai 4-5 kali gaji pegawai normal!

Ditambah statusnya sebagai chaebol (keturunan keluarga kaya), hidup mewah harusnya sudah jadi makanan sehari-hari, dong?

Tapi nyatanya, dari keempat sahabatnya, Jong Won adalah sosok yang paling sederhana.

Saking sederhananya (dan miskinnya), mereka tidak percaya kalau Rumah Sakit tempat mereka bekerja adalah seratus persen jadi hak milik Jong Won.

Sobat Finansialku tahu enggak, kenapa dia memilih untuk hidup (kelewat) sederhana cenderung susah ini?

Ya, Jong Won rela menanggalkan semua kemewahan yang sudah ada di hadapannya untuk sesuatu yang lebih besar, lho!

 

#2 Donasi

Jong Won ternyata menghabiskan hampir seluruh penghasilan dan kekayaannya untuk berdonasi.

Selama ini, secara diam-diam, dia menjadi bagian dari Daddy Long Legs, sebuah yayasan yang membantu anak-anak tidak mampu agar mendapatkan perawatan medis secara gratis.

Karena hal ini, dia menjadi yang paling pelit dan perhitungan di antara empat sahabat lainnya.

Tapi, berkat pengorbanan serta donasi Jong Won yang jumlahnya tentu sangat besar, banyak anak-anak bisa kembali hidup normal.

Sobat Finansialku, tahukah kalau ternyata ada alasan di balik keputusan Jong Won untuk mendonasikan hampir seluruh penghasilannya?

Ya, tidak lain dan tidak bukan, adalah karena dia ingin mengikuti jejak kakak-kakaknya untuk menjadi biarawan.

Tapi terlepas dari apapun alasan di balik kegiatan mulianya ini, pelajaran yang bisa kita petik dari kehidupannya adalah sifat dermawannya.

[Baca Juga: Mau Liburan Ke Seoul Bawa 20 Juta? Yakin Cukup?]

 

Lagipula, melakukan donasi adalah hal yang baik. Bukan hanya diajarkan dalam setiap agama, tapi juga menjadi hal lumrah dalam kehidupan sosial.

Give and take. Lakukan pada orang lain apa yang ingin orang lakukan padamu. Norma sosial tersebut berlaku pada setiap lingkungan, bukan?

Eits, tunggu dulu! Jika Sobat Finansialku tidak memiliki cita-cita menjadi biarawan atau biarawati seperti Jong Won, jangan alokasikan seluruh penghasilan hanya untuk donasi saja, ya!

Lalu berapa besar porsi ideal donasi dalam keuangan? Menurut skema keuangan Finansialku, porsi donasi, investasi, cicilan, dan premi asuransi yang ideal adalah 60% dari total pemasukan per bulan.

Sehingga persentase maksimal donasi yang ideal adalah 15%.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap dalam mengelola keuangan dengan baik, Sobat Finansialku bisa membaca e-book Finansialku tentang Perencanaan Keuangan di bawah ini, yang bisa diunduh GRATIS!

Sobat Finansialku cukup menekan tombol berwarna oranye di bawah ini, lho! Tanpa ada syarat dan ketentuan tambahan!

 

 

#3 Simpanan (Dana) Darurat

Masih belum beralih dari kisahnya dokter Ahn Jong Won, nih!

Selepas kematian ayahnya, Jong Won menolak warisan dan posisinya sebagai pengganti pemilik rumah sakit Yulje.

Namun, ia tidak melepaskan warisan tersebut seluruhnya. Setelah sempat melihat tagihan kamar VIP ayahnya yang super mahal, Jong Won hanya meminta wewenangnya akan kamar VIP, termasuk profit yang dihasilkannya.

Langkah ini bisa dibilang cukup cerdas. Walaupun suatu saat ia akan melepas semua hartanya dan mengabdi pada Tuhan, ia merasa sebagai chaebol (orang kaya raya) harus tetap punya simpanan yang cukup.

Karena, kita tidak tahu, kan, skenario hidup apa yang akan terjadi pada kita di masa depan nanti?

Berkaca dari sikap Jong Won, simpanan darurat atau dana darurat itu nyatanya penting, terlepas apapun profesi, status, dan jumlah kekayaan Sobat Finansialku sekalian.

Jika Jong Won bisa mendapatkannya secara cuma-cuma dari warisan ayahnya, kita juga bisa mendapatkannya dengan cara berinvestasi.

Fungsinya sama, yaitu menjadi dana darurat, dana yang bisa kita ambil saat kita mengalami keadaan darurat.

Bagi orang biasa, mengumpulkan dana darurat butuh waktu yang cukup lama karena besaran jumlahnya yang dihitung berdasarkan pengeluaran bulanan cukup besar.

Di mana untuk yang tidak punya tanggungan (single), jumlah pengeluaran per bulan dikali 6. Untuk pasangan sudah menikah tanpa anak, jumlah pengeluaran per bulan dikali 9.

Sementara untuk pasangan yang sudah menikah dan punya anak, jumlah pengeluaran per bulan dikali 12.

[Baca Juga: Drama Itaewon Class: 4 Hal Di Balik Kesuksesan Park Saeroyi]

 

Kenapa keberadaan dana darurat menjadi penting untuk kita?

Prinsip dana darurat itu layaknya peluru dalam pistol polisi, yang ditembakkan ketika keadaan darurat.

Peluru itu harus terus diisi ketika keadaan sudah aman agar kita tidak kehabisan peluru ketika keadaan darurat kembali terjadi sewaktu-waktu.

 

#4 Investasi

Sempat disebut dalam Simpanan Darurat, investasi berguna sebagai kendaraan menuju tujuan keuangan Sobat Finansialku. Misalnya, Sobat Finansialku memiliki impian untuk membeli rumah.

Menabung sendiri untuk bisa membayar DP rumah bukanlah sebuah hal yang bijaksana. Mengapa?

Karena selama Sobat Finansialku mengumpulkannya, uang yang disimpan tersebut akan tergerus inflasi.

Oleh sebab itu, tabungan DP rumah tersebut haruslah disimpan dalam sebuah instrumen investasi yang tidak akan tergerus inflasi.

Dalam drama Hospital Playlist ini, ingatkah akan dokter Do Jae Hak? Iya, dokter bedah kardiotoraks yang wajahnya dibilang boros oleh rekan-rekannya, plus dokter yang sering kena semprot oleh Kim Jun Wan!

Do Jae Hak memiliki impian untuk punya rumah sendiri, dan langkah yang diambilnya adalah menginvestasikan sebagian besar gajinya ke deposito berjangka.

Saat rekeningnya sudah bisa dicairkan, ia segera pergi ke kantor real estate untuk membeli rumah. Ingat betapa bahagia wajahnya ketika impiannya berhasil dicapai?

Sobat Finansialku, termasuk penulis, juga bisa, lho mewujudkan impian kita! Tapi, sebenarnya ada banyak cara yang bisa kita lakukan.

Selain deposito, ada berbagai instrumen investasi lainnya yang bisa kita gunakan sebagai kendaraan menuju tujuan keuangan.

[Baca Juga: Bisakah Penghasilan Aktif Jadi Penghasilan Investasi dan Pasif?]

 

Ada reksa dana, saham, P2P Lending, emas, dan lainnya. Tapi ingat, setiap instrumen investasi, tentu memiliki risikonya masing-masing.

Oleh sebab itu, sebelum mulai melakukan investasi, penting bagi kita untuk mengetahui karakteristik dari setiap instrumen investasi tersebut.

Salah satu caranya, tentu dengan menambah wawasan kita lewat berbagai medium Finansialku yang tersedia.

Seperti bergabung dengan komunitas reksa dana dan saham Finansialku untuk lebih memahami karakteristik dari setiap instrumen investasi tersebut supaya dana kita bisa diinvestasikan dengan maksimal.

Sebelum terlambat, segera tekan tombol di bawah ini untuk bergabung, ya!

 

#5 Konsultasikan Dengan Ahli atau Berpengalaman Sebelum Mengambil Keputusan

Seolah fatamorgana, kebahagiaan Do Jae Hak yang berhasil membayar DP rumah impian nyatanya harus lekas berakhir, dan digantikan dengan kemalangan.

Ia tertipu oleh agen real estat yang selama ini dipercayainya!

Padahal uang yang ia tabung dalam deposito tersebut adalah hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun dengan penghematan yang luar biasa.

Tidak pernah terbayang seberapa besar rasa kesedihannya kala itu, ya?

Uang yang ia kumpulkan bertahun-tahun harus ludes dalam sekejap mata. Bukan rumah yang didapat, tapi hanya penyesalan!

Betapa tidak? Sebelum membayar DP, Do Jae Hak sudah berkali-kali diingatkan oleh rekan-rekannya, bahkan oleh profesor Kim Jun Wan.

Tapi, Do Jae Hak malah kelewat santai, sampai dia tidak mengindahkan fakta kalau orang yang paling dipercayainya pun bisa mengecewakannya.

Sebenarnya hal ini bisa dihindari kalau saja ia mau melakukan konsultasi terlebih dulu dengan ahli dan bertukar pikiran dengan teman-teman.

Jangan sampai berakhir seperti Do Jae Hak, lho! Karena Finansialku sudah memfasilitasi Sobat Finansialku untuk bisa konsultasi dan bertukar pikiran dengan ahlinya langsung di komunitas property Finansialku.

Tapi semua ini kembali pada pilihan Sobat Finansialku. Apakah ingin buntung seperti Do Jae Hak, atau untung dengan gabung komunitas property Finansialku sekarang?

komunitas properti

 

Bukan hanya konsultasi dengan pakar properti, tapi ada baiknya sebelum membuat sebuah keputusan keuangan yang besar, Sobat Finansialku berdiskusi dulu dengan seorang ahli keuangan. Kenapa?

Karena ternyata, membeli barang tidak melulu asal punya uang lalu beli, apalagi yang jumlahnya sangat besar.

Ahli keuangan atau perencana keuangan akan memberikan nasihat dan membimbing Sobat Finansialku untuk lebih bijaksana melakukan pengeluaran dan merencanakan masa depan.

Jika Sobat Finansialku saat ini membutuhkan layanan Perencana Keuangan, kalian bisa terhubung dengan Perencana Keuangan Finansialku melalui fitur Konsultasi Keuangan di aplikasi Finansialku.

Cara Konsultasi Keuangan dengan aplikasi Finansialku

Cara Konsultasi Keuangan dengan aplikasi Finansialku

 

Pada umumnya, jasa konsultasi ini mengeluarkan biaya yang cukup besar karena fungsinya yang luar biasa.

Namun, Finansialku memberikan layanan dengan harga terjangkau agar seluruh lapisan masyarakat bisa mengelola keuangan dengan baik.

Hanya dengan menggunakan aplikasi Premium Finansialku sebesar Rp 350 ribu  untuk satu tahun, Sobat Finansialku bisa menggunakan seluruh fitur aplikasi Finansialku termasuk Konsultasi Keuangan.

Tertarik? Aplikasi Finansialku bisa didapatkan dengan klik ikon berikut ini!

 

Dapatkan juga potongan Rp 50 ribu untuk aplikasi Premium dengan memasukkan kode refferal CUAN50 untuk pencapaian keuangan yang lebih ekonomis.

 

#6 Pentingnya Dana Proteksi

Hidup sebagai orang berkekurangan, pas-pasan, berkecukupan, maupun kaya raya tidak membuat kita terhindar dari penyakit.

Meski tidak tergambarkan dengan gamblang dalam drama, namun berkali-kali ke-lima dokter geng 99’s mendapatkan pasien yang kekurangan biaya dan harus menghubungi berbagai yayasan supaya bisa mendapatkan fasilitas rumah sakit.

Dari kisah tersebut, kita belajar bahwa dana proteksi adalah hal wajib yang harus dimiliki setiap orang.

Tapi rasanya, kok berat sekali, ya jika dana simpanan harus bisa mengcover semua biaya perawatan rumah sakit yang tergolong mahal?

Nah, untuk alasan itulah asuransi hadir. Asuransi bisa menjadi sebuah proteksi yang menguntungkan.

Kenapa? Karena dengan asuransi, kita tidak perlu menabung uang sebanyak itu untuk sesuatu yang belum tentu terjadi.

Memiliki asuransi, ibarat kita menabung dengan jumlah wajar untuk risiko pengeluaran yang tidak wajar.

Ada banyak pilihan dan jenis asuransi kesehatan yang bisa dipilih oleh Sobat Finansialku, menyesuaikan kondisi keuangan dan keinginan.

Layaknya investasi, sebelum mulai membeli produk asuransi kesehatan, Sobat Finansialku juga tetap harus mengenali dan mengerti ketentuan-ketentuan setiap jenis asuransi, bahkan setiap merek agar bisa memilih dan mendapatkan proteksi maksimal, ya!

Sobat Finansialku pasti bertanya-tanya, kenapa tidak menggunakan dana darurat, saja? Bukankah sakit termasuk ke dalam keadaan darurat?

[Baca Juga: Jatuh Sakit Bikin Jatuh Miskin! Ini Pentingnya Asuransi Kesehatan]

 

Dana darurat berfungsi untuk mengcover dana dalam keadaan darurat yang besarannya tidak sebesar coverage asuransi.

Dana darurat mungkin bisa dijadikan pilihan untuk menutup biaya pengobatan untuk penyakit yang tergolong ringan.

Namun bagaimana jika Sobat Finansialku mengalami penyakit yang membutuhkan penyembuhan dalam waktu lama?

Lalu, bagaimana juga kalau kemudian Sobat Finansialku dihadapkan pada keadaan yang lebih darurat di masa depan nanti? Misalnya, kehilangan pekerjaan.

Jika dana darurat sudah habis untuk membayar biaya berobat, lalu bagaimana caranya Sobat Finansialku bisa bertahan hidup sementara mencari pekerjaan baru?

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memiliki kesadaran finansial yang benar, agar tidak menyesatkan diri sendiri nantinya.

Kesadaran finansial bisa didapatkan dengan perbanyak membaca artikel yang berkaitan dengan keuangan, seperti yang Sobat Finansialku lakukan saat ini.

Finansialku.com akan selalu setia memberikan bacaan yang menambah pengetahuan keuangan Sobat Finansialku sekalian.

Apabila Sobat Finansialku ingin kami membahas satu topik tertentu, jangan ragu untuk tinggalkan komentar pada kolom di bawah ini, ya.

 

Nah, itu dia beberapa pembelajaran keuangan yang bisa diambil dari drama Hospital Playlist.

Tentu saja, selain pembelajaran keuangan, banyak hal lain dalam hidup yang bisa kita pelajari dari drama tersebut.

Jadi, sudah siap menerapkan pelajaran keuangan tersebut?

Jangan lupa untuk membagikan artikel bermanfaat ini pada rekan-rekan Sobat Finansialku ya!

 

Sumber Gambar:

  • Hosplital Playlist 01 – https://bit.ly/2T1Szeb
  • Hosplital Playlist 02 – https://bit.ly/2AuEyzj
  • Hosplital Playlist 03 – https://bit.ly/3buTZnN
  • Hosplital Playlist 04 – https://bit.ly/35YZw4S
  • Hosplital Playlist 05 – https://bit.ly/2YZE9yL
  • Hosplital Playlist 06 – https://bit.ly/3bvV92m

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top