Gunung Anak Krakatau dan Merapi ‘Batuk’: Raungan Alam Jumat Malam

#FinansialkuNews Anak Krakatau Erupsi Gunung Anak Krakatau Gunung Merapi Indonesia Jawa Krakatau Lifestyle MerapiLeave a Comment on Gunung Anak Krakatau dan Merapi ‘Batuk’: Raungan Alam Jumat Malam

Gunung Anak Krakatau dan Merapi ‘Batuk’: Raungan Alam Jumat Malam

Gunung Anak Krakatau dan Merapi dilaporkan meletus Jumat (10/04) malam dan Sabtu (11/04) dini hari tadi. Ada apa dengan alam?

Informasi selengkapnya dapat dibaca di berita Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

 

Gunung Anak Krakatau Erupsi

Jumat (10/04) malam tadi, Gunung Anak Krakatau dilaporkan meletus dan mengeluarkan asap tebal, sebagaimana dilansir dari laman cnnindonesia.com, Sabtu (11/04).

Dikatakan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), peningkatan aktivitas Gunung yang terletak di Selat Sunda ini terekam oleh stasiun observasi di Gunung Anak Krakatau.

Dari Magma Indonesia melalui laman inews.id, erupsi pertama tercatat pada pukul 21.00 WIB dengan tinggi kolom abu kurang lebih 200 meter di atas puncak, dan 357 meter di atas permukaan laut.

Kemudian selang 95 menit, tepatnya pukul 22.35 WIB, Anak Krakatau kembali alami batuk, mengeluarkan ‘dahak’ abu setinggi 500 meter di atas puncak dan 657 meter di atas permukaan laut.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 2284 detik.” Tulis Magma Indonesia dalam keterangan yang dikutip dari inews.id, Jumat (10/04) malam tadi.

Gunung Anak Krakatau dan Merapi ‘Batuk’ Raungan Alam di Jumat Malam 02 - Finansialku

[Baca Juga: Detuman Misterius Terdengar di Jakarta, Bukan Dari Erupsi Krakatau]

 

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau juga dilaporkan alami letusan pada 18 Maret 2020 lalu.

Saat itu, letusan mengeluarkan asap dengan tinggi kolom erupsi 300 meter di atas puncak. Sebagai upaya perlindungan, PVMBG meminta masyarakat atau wisatawan untuk jaga jarak aman 2 kilometer dari kawah.

Dikatakan juga oleh PVBMG kalau tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau ini sejak 25 Maret 2019, sudah berada di Level II (Waspada).

Karena sejak 18 Juni 2018, Gunung yang berada di antara Pulau Jawa dan Sumatera ini sudah mengalami peningkatan aktivitas vulkanik, dan diikuti oleh rangkaian erupsi kecil sejak September 2018 hingga Februari 2019.

 

Gunung Merapi Juga Erupsi

Sebelum Gunung Anak Krakatau muntahkan wedhus gembel, Gunung Merapi sudah lebih dulu meletus.

Letusan ini terjadi pada Jumat (10/04) pagi kemarin, tepatnya pukul 09.10 WIB, dengan durasi letusan selama 103 detik, dan tinggi kolom 3.000 meter, sebagaimana dilansir dari laman inews.com, Jumat (10/04)

Adapun berdasarkan data yang dirilis oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY, erupsi Gunung Merapi ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 75mm, dengan arah angin erupsi cenderung ke arah Barat Laut.

Muntahan asap dari letusan ini, membuat tiga desa yang berada di Kecamatan Selo, Boyolali yaitu Desa Tlogolele, Klakah, dan Jrakah, harus merasakan guyuran hujan abu vulkanik.

Abu vulkanik tipis ini terlihat dengan jelas menempel di kendaraan, kaca dan genting rumah warga, hingga pohon dan dedaunan.

Beruntungnya, hujan abu vulkanik ini tidak sampai menghentikan kegiatan sehari-hari para warga yang tinggal di desa tersebut.

Susul Merapi, Gunung Semeru Juga Ikut Erupsi! 02

[Baca Juga: Lima Kali Dalam Tiga Bulan, Gunung Merapi Erupsi Lagi]

 

Meski begitu, Ikhsani, salah satu petugas Tagana Boyolali mengatakan kalau BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) langsung tanggap dan membagikan total 1.500 masker untuk seluruh warga desa yang diguyur hujan abu.

Sebelumnya, Gunung Merapi tercatat pernah batuk tepat dua minggu sebelumnya, pada Jumat (27/03).

Saat itu, dilaporkan terjadi dua kali letusan dengan masing-masing durasi 7 menit dan 180 detik.

Letusan pertama diketahui terjadi pada pukul 10.56 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 5000 meter dari atas puncak.

Sementara letusan susulan terjadi pada pukul 21:46 WIB dengan muntahan kolom abu setinggi 1000 meter dari atas puncak.

Jika dijumlahkan dengan letusan yang terjadi Jumat (10/04) kemarin, maka artinya Gunung Merapi sudah batuk sebanyak enam kali dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, terhitung sejak letusan yang terjadi pada 4 Januari 2020 lalu.

 

Jumat Siang yang Malang dan Malam yang Mencekam

Dua kejadian serupa yang terjadi secara berturut-turut dalam kurun waktu satu hari kemarin, tak ayal membuat masyarakat sekitar dan warganet alami perasaan was-was.

Bahkan di media sosial twitter, letusan Gunung Anak Krakatau ini sempat menempati posisi trending nomor satu, disusul dengan kata kunci lainnya yang masih berkaitan seperti BMKG, Jawa, dan Gempa, bahkan Kiamat.

Meletusnya Gunung Anak Krakatau ini bahkan bukan hanya ramai diperbincangkan oleh warganet Tanah Air, tapi juga warganet dari Negara lain, dengan mengaitkannya pada peristiwa historik pada 1883 lalu.

Gunung Anak Krakatau dan Merapi ‘Batuk’ Raungan Alam di Jumat Malam 04 - Finansialku

[Baca Juga: Susul Merapi, Gunung Semeru Juga Ikutan Erupsi]

 

Sebagaimana kita tahu, sebuah letusan dahsyat dari Gunung Krakatau yang mengubah iklim dunia sempat terjadi pada 26 Agustus 1883 lalu.

Peristiwa ini tidak mudah kita lupakan, mengingat dampak yang dirasakan bukan hanya oleh warga Indonesia, tapi terasa hingga Eropa yang berubah jadi benua yang gelap karena tertutup muntahan abu vulkanik.

Bukan hanya itu, jumlah korban jiwa dari peristiwa ini juga sangat masif. Total 36.417 orang meninggal dunia akibat dampak dari letusan dan tsunami.

Tidak ayal, Gunung Anak Krakatau jadi sebuah ancaman dan trauma tersendiri, bukan hanya untuk warga dalam negeri, tapi juga luar negeri.

Warganet Internasional beramai-ramai laporkan letusan ini melalui akun pribadi masing-masing, disertai dengan video dan foto muntahan vulkanik Gunung Anak Krakatau.

 

“Karatoa has erupted and so violently the #volcano startled everyone with a loud bang that could be heard even in Jakarta (150 km away) and sent a column of ash 15 km into the air. #Indonesia #Krakatau.” -@Paularmstrong

“#Breaking #Krakatoa #Volcano #Eruption – April, 11, 2020. Happened in #Indonesia moments ago. #Kratau stays active for some hours. #Video. @NewsKali.” – @NewsKali

“Okay… #worldnewsupdate, so you’re aware: KRAKATOA, also known as Anak Krakatau – this is a volcano in Indonesia – just erupted. To be clear: this is bad. Praying everyone gets to safety. Also worth the #movie note: Krakatoa is *not* East of Java. Also, 2020 can suck my as*.” -@erydejong

“Stay safe kawan2 sekitaran Krakatau.” –WorkingClassBdg

“Kalo krakatau bisa diajak ngobrol secara kekeluargaan, ak mau coba silaturahmi biar gausa nangis sekarang.” @itswaitingforyu

 

Beberapa kutipan cuitan di atas, diambil dari kolom pencarian dengan kata kunci krakatau, dalam kurun waktu yang beragam.

Letusan Gunung Anak Krakatau ini, agaknya mengingatkan kita pada peristiwa-peristiwa kita yang sebelumnya terjadi secara berturut-turut sejak awal tahun 2020 ini.

Semuanya terjadi secara simultan, tidak memberikan kita waktu untuk mencerna semua kejadian pelan-pelan, tapi memaksa kita untuk terus menipu diri dengan kata ‘semua akan baik-baik saja’, padahal harapan itu kian memudar.

Gunung Anak Krakatau dan Merapi ‘Batuk’ Raungan Alam di Jumat Malam 03 - Finansialku

[Baca Juga: Suka Mendaki Gunung? Sebelum Berkunjung Ke Gunung Rinjani, Ketahui Dulu Hal Berikut!]

 

Alam mungkin sedang mengingatkan kita soal dosa-dosa dan segala tindak tanduk kita yang merugikan alam dan orang lain.

Alam mungkin sedang meraung, meminta kita untuk segera mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik, meninggalkan tabiat buruk yang mencoreng keindahan alam dan semesta.

Alam mungkin mengingatkan kita untuk senantiasa rendah hati dan tidak besar kepala, tenggelam dalam ego dan gengsi yang buat diri kita enggan bersinergi.

Mungkin ini waktu yang tepat, untuk berhenti termakan ego, mengembalikan sifat kemanusiaan, bersinergi bersama alam, untuk mengembalikan kedamaian semesta seperti semula.

 

 

Apa yang ada di benak Sobat Finansialku mengenai rangkaian fenomena dan peristiwa yang terjadi selama 2020 ini? Jangan ragu untuk sampaikan pada kami melalui kolom komentar di bawah ini, ya!

Jangan lupa juga untuk menurunkan ego kita, dengan membagikan informasi ini pada rekan dan keluarga kita, sehingga bukan cuma kita saja yang bisa mengakses informasi ini. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Irfan Ma’ruf. 11 April 2020. Sejarah Letusan Gunung Krakatau, 1883 Paling Dahsyat. Inews.id – https://bit.ly/2Vog15L
  • Felldy Utama. 11 April 2020. Gunung Anak Krakatau Meletus, Ketinggian Kolom Abu 500 Meter dari Permukaan Laut. Inews.id – https://bit.ly/2RwW7Eu
  • Tata Rahmanta. 10 April 2020. Gunung Merapi Erupsi 3 Km, 3 Desa di Boyolali Diguyur Hujan Abu. Jateng.inews.id – https://bit.ly/2y66Uyq
  • Admin. 11 April 2020. Gunung Anak Krakatau Erupsi. Cnnindonesia.com – https://bit.ly/2UXEz6y
  • Admin. 11 April 2020. BREAKING NEWS: Gunung Anak Krakatau Meletus 10 April 2020. Jateng.tribunnews.com – https://bit.ly/2wALNnG
  • Pengguna Twitter. 11 April 2020. Trending: Krakatau. Twitter.com – https://bit.ly/3a3RZSG
  • Amdin. 10 April 2020. Gunung Merapi Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 3.000 Meter. Travel.tribunnews.com – https://bit.ly/39ZTzVJ

 

Sumber Gambar:

  • Gunung Anak Krakatau – https://bit.ly/3a1YJk7
  • Gunung Anak Krakatau Meletus 01 – https://bit.ly/2VnzcMX
  • Gunung Anak Krakatau Meletus 02 – https://bit.ly/2JUKd2K
  • Gunung Krakatau – https://bit.ly/2VmOHEC

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top