Finansialku Podcast Eps 54 – Mau Sukses? Benerin Mindset Terlebih Dahulu

#Mindset Finansialku finansialku podcast Mengubah Mindset meraih sukses mindet sukses Podcast SuksesLeave a Comment on Finansialku Podcast Eps 54 – Mau Sukses? Benerin Mindset Terlebih Dahulu

Finansialku Podcast Eps 54 – Mau Sukses? Benerin Mindset Terlebih Dahulu

Apakah Anda salah satu orang yang mau sukses? Jika ya… maka Anda perlu menyimak artikel berikut ini, agar Anda memiliki mindset seorang yang sukses. 

Mengapa harus mindset? Yuk… simak pembahasan selengkapnya.

 

Rubrik Finansialku

 

Mindset yang Perlu Dimiliki Jika Mau Sukses

Apabila ditanyai satu per satu, setiap orang tentu memiliki keinginan untuk menjadi sukses, baik dalam karier, keuangan ataupun hal lainnya yang ingin dicapai.

Namun ada banyak hal yang bisa menjadi penghambat dari kesuksesan seseorang, salah satunya ialah mindset dari orang tersebut.

Meski demikian, masih banyak yang belum sadar bahwa mindset merupakan satu hal yang sangat penting. Terdapat perbedaan yang besar antara midset orang sukses dengan mindset orang gagal.

Untuk itu, agar bisa menjadi seorang yang sukses maka Anda perlu memperbaiki mindset terlebih dahulu.

Melvin membagikan pengalamannya ketika menghadiri sebuah acara di Kota Jambi. Disana beliau bertemu dengan seorang guru SMK yang kemudian berdiskusi ketika seminar yang dibawakan telah selesai.

Guru tersebut mengeluh karena karena pendapatannya dianggap masih kurang dan tidak bisa berinvestasi, padahal untuk berinvestasi terdapat berbagai cara yang bisa dilakukan dan tidak selalu mewajibkan untuk memiliki uang banyak, seperti misalnya dengan berinvestasi di reksa dana yang bisa dimulai dari Rp 100 ribu.

Menjawab keluhannya, Melvin mengatakan agar orang tersebut menambah penghasilan.

Guru tersebut juga bercerita bahwa dirinya pernah mencoba membuat roti untuk menambah penghasilan, tetapi karena oven yang ia miliki tidak cukup besar, maka ia berhenti.

Nah… untuk mengatasi persoalannya, tentu guru tersebut bisa saja mencari penghasilan tambahan ataupun mencari investor agar bisa mengembangkan usahanya, namun ketika diberi saran yang demikian, beliau mengatakan bahwa hal tersebut susah untuk dilakukan.

Dari pengalaman ini, kita bisa melihat bahwa orang tersebut memiliki mindset yang salah, sebab merasa bahwa dirinya tidak mampu untuk menambah penghasilan.

Ketika seseorang memiliki mindset yang seperti itu, maka yang terjadi juga akan sama dengan apa yang ia pikirkan, sebab ia telah membatasi dirinya.

Di podcast Fintalk Episode 54 ini Melvin akan interview Christoper Rodjito, seorang agen asuransi dan leader yang memulai semuanya dengan susah payah dan satu hal yang membuat beliau berubah ketika dirinya mengubah mindset.

Langsung aja dengar podcast-nya berikut!

Podcast

 

Sebelum bahas lebih detail, Sobat Finansialku dapat mengirimkan pertanyaan atau curhat keuangan melalui fitur TANYA PERENCANA KEUANGAN di Aplikasi Finansialku. Jangan lupa kasih hashtag #CURHATKEUANGAN

 

Pertanyaan datang dari Kak R di Jakarta

Akhir tahun biasa perusahaan memberikan bonus akhir tahun, enaknya diapain ya?

 

Jawaban Melvin,

#LetMeShareMyView

Bonus akhir tahun adalah yang banyak ditunggu-tunggu orang-orang. Saya sarankan untuk menggunakannya dengan membeli barang-barang produktif, seperti:

Pertama, gunakan untuk menambah porsi dana darurat atau dana talangan. Besaran jumlah dana darurat yang dibutuhkan seorang single adalah 6 kali pengeluaran bulanan, sementara untuk pasangan menikah tanpa anak dibutuhkan 9 kali pengeluaran, dan pasangan menikah dengan anak membutuhkan dana darurat 12 kali pengeluaran.

Misalnya kalau pengeluaran bulanan kamu yang single adalah 5 juta, maka dana darurat yang dibutuhkan adalah 6 kali pengeluaran bulanan, berarti 30 juta rupiah.

Kedua,  bisa digunakan untuk membeli polis asuransi. Saya pernah bahas sebelumnya mengenai asuransi, ada yang namanya piramida value protection.

Dalam piramida tersebut, di yang paling dasar ada asuransi kesehatan, kemudian di atasnya ada asuransi penyakit kritis, dan yang paling atas ada asuransi jiwa.

Ketiga, kamu juga bisa gunakan bonus akhir tahun untuk melunasi utang pinjaman, terutama pinjaman konsumtif, seperti pinjaman online, atau utang-utanng kartu kredit.

Terakhir, kalau sudah aman keuangan, gunakan sebagai booster tujuan keuangan kamu. Misalnya untuk nambah DP rumah, atau dana pensiun.

 

Nah, semoga dengan penjelasan kali ini sobat Finansialku bisa menggunakan bonus akhir tahun dengan produktif.

 

Mindset yang Salah

Meskipun sering dilupakan, namun mindset merupakan akar dari segala sesuatu yang kita lakukan.

Sehingga, cara kita untuk bertindak dan merespon semua ditentukan oleh mindset kita, termasuk dari caranya untuk hidup, cara untuk mengatur keuangan atau pun caranya bekerja di tengah-tengah masyarakat.

Mindset bisa diumpamakan seperti sebuah kacamata yang kita pakai, apabila kita melihat dunia jelek, maka mindset kita juga akan menjadi jelek.

Begitu juga halnya ketika kita melihat diri kita dengan negatif, maka kita juga akan bertindak dengan negatif.

Ketika seseorang menganggap dirinya tidak bisa, atau pun merasa sulit untuk melakukan sesuatu yang sebenarnya belum pernah ia coba lakukan, maka secara tidak sadar ia sebenarnya sedang membatasi dirinya.

Mindset seperti ini merupakan mindset yang salah!

 

Ubah Mindset

Mindset seseorang bisa diibaratkan seperti sebuah wadah air, wadah yang kecil tentu saja hanya bisa menampung air dalam jumlah yang sedikit, tetapi semakin besar wadah tersebut maka akan semakin banyak pula debit air yang bisa ditampung.

Seseorang yang memiliki kapasitas mindset yang seperti wadah kecil maka akan terjebak dan tidak bisa mendapat penghasilan yang lebih banyak.

Seorang dengan penghasilan Rp 3 juta dalam satu bulan pada dasarnya hidup selayaknya orang dengan penghasilan sebesar itu.

Kemudian ketika orang tersebut melihat orang lain yang berpenghasilan puluhan atau bahkan ratusan juta dalam sebulan, orang tersebut berpikir bahwa mustahil untuk mendapatkan hal yang sama.

Yang terjadi disini ialah orang tersebut sedang memberi batas pada dirinya sendiri dengan memiliki mindset bahwa ia tidak akan bisa berkembang, sehingga hidupnya akan terus-menerus seperti itu.

Seorang yang memiliki mindset seperti sebuah wadah kecil, maka apabila diberi air atau uang dalam jumlah yang banyak sekalipun, maka orang tersebut tidak akan memperoleh hasil apa-apa.

Untuk itu, yang diperlukan ialah merubah mindset terlebih dahulu.

Seseorang yang memiliki mindset yang sudah baik, maka cepat atau lambat penghasilannya juga akan bertambah.

Berbicara soal penghasilan, banyak orang yang akan melakukan sesuatu karena mengejar keuntungan, tetapi ketika keuntungan tersebut tidak didapat, ada yang kemudian tidak mau melakukan apa-apa lagi.

Seorang yang sukses dan memiliki mindset yang baik tidak akan melakukan hal yang sama! Apabila Anda memiliki sebuah tujuan, maka lakukanlah sesuatu yang akan mendekatkan Anda dengan tujuan tersebut, bukan malah berhenti.

Apabila Anda ingin menjadi sukses, maka lakukanlah apapun yang bisa mendekatkan Anda dengan kesuksesan.

Melvin Mumpuni, CFP, membagikan tiga hal yang bisa membuat seseorang bisa menjadi sukses. Yang pertama ialah “Sabar”, selanjutnya ialah “Jalani” dan yang terakhir ialah “Yakin Anda akan Mencapainya”.

Dalam proses untuk mencapai kesuksesan, ada saat dimana kita harus bersabar dan terus menjalani apa yang kita lakukan tanpa mempermaslahkan apa yang sudah diperoleh, dan kita juga perlu memiliki keyakinan bahwa kita pasti bisa mencapai kesuksesan tersebut.

 

Di akhir podcast, Christoper Rodjito mengatakan,”

Cara mendapatkan kesuksesan adalah: “Continuous Improvement” yang artinya improve mindset, cari tujuan hidup yang benar, ketika mindset benar, maka “Skill Set” – artinya ikut training, ikut workshop, memperkaya diri dengan pengetahuan – akan ikut berjalan dengan baik, sehingga “Result” akan mengikuti.

 

Semoga bahasan kali ini dapat memberikan manfaat bagi Sobat Finansialku, dan akhir kata Make A Plan and Get Your Financial Dreams Come True!

 

Finansialku Talk Podcast juga dapat kamu dengarkan di:

Logo Spotify

 

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top