Dimas Prasojo, Pendiri Pop Legal Indonesia

dimas prasojo Dimas Prasojo Pendiri Pop Legal Indonesia Entertainment Kisah Inpiratif Dimas Prasojo Pendiri Pop Legal Indonesia Pop Legal Indonesia TokohLeave a Comment on Dimas Prasojo, Pendiri Pop Legal Indonesia

Dimas Prasojo, Pendiri Pop Legal Indonesia

Apakah Anda kenal dengan Dimas Prasojo? Sebagian netizen Indonesia mungkin sudah tahu siapa dia, dan sebagian belum.

Untuk yang belum kenal, yuk kenalan dengan sosok Dimas Prasojo sang inspirator hari ini. Jangan sampai ada yang terlewatkan oleh Anda!

 

Rubrik Finansialku

 

Mengenal Sosok Dimas Prasojo

Di Jakarta, terdapat perusahaan teknologi hukum online dengan basis SaaS (software as a Service), bernama Pop Legal. Perusahaan tersebut menghadirkan platform hukum pertama dan administrasi bisnis online pertama yang ada di Indonesia.

Dengan begitu, Anda akan lebih mudah untuk membuat suatu perjanjian secara online termasuk pengelolaan dokumen dan Tanya jawab seputar hukum. Dibalik kesuksesan Pop Legal ini, terdapat sosok besar sebagai founder yaitu Dimas Prasojo.

 

Fakta Inspiratif Dimas Presojo Membangun Pop Legal

Mendirikan suatu perusahaan di zaman digital saat ini tidaklah mudah. Namun Dimas sebagai founder Pop Legal Indonesia membuktikan kalau ada kerja keras maka akan ada hasil.

Dimas Prasojo

[Baca Juga: VPN Tarumanagara: Pengertian dan Cara Aman Menggunakan KlikBCA Bisnis]

 

Dari kisahnya, Anda dapat mengambil pelajaran penting untuk diaplikasikan terutama jika ingin membangun start up. Ada beberapa fakta unik dari President Director of Pop Legal Indonesia tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut.

 

#1 Jurusan Hukum UI

Dimas Prasojo merupakan salah satu alumni dari jurusan Hukum Universitas Indonesia 2003. Dengan latar belakangnya dan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah menjadi salah satu alasan mengapa akhirnya Dimas membangun Pop Legal.

 

#2 Head Legal

Dengan latar belakang Hukum, Dimas pernah bekerja di Sanyo Sales Indonesia (Hired Sales Indonesia). Ia bekerja sebagai head legal di perusahaan tersebut. Sayangnya, walaupun posisi menjanjikan diperoleh di perusahaan tersebut, Dimas merasa tidak cocok.

Salah satunya adalah karena budaya perusahaan seperti dengan birokrasinya yang terlalu stagnan. Karena hal tersebut, setelah 8 bulan bekerja, Dimas memutuskan untuk resign.

 

#3 Mulai Usaha

Sejak resign dari posisi sebelumnya sebagai head legal, Dimas memikirkan untuk mencari apa yang memberikan tantangan untuknya namun tetap memberikan keuntungan. Akhirnya, Dimas memutuskan untuk membuat suatu usaha. Dimas sendiri belum tahu usaha apa yang harus didirikan. 

Dimas Prasojo 1

[Baca Juga: Mau Untung? Ketahui Dulu Hitung-hitungan Modal Awal Bisnis Kopi yang Benar]

 

Apalagi di tahun 2015, start up belum terkenal seperti saat ini. Namun, ada pihak yang menyarankan Dimas untuk mencoba membuat start up. Dimas sendiri kemudian mencari di Amerika. Ia kemudian mendapati terdapat bisnis yang serupa dengan Legal Pop Indonesia. Akhirnya, Dimas mulai membentuk Pop Legal yang berkembang hingga saat ini.

 

#4 Model Bisnis Pop Legal

Sistem bisnis PopLegal terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman, misalnya sesuai dengan trend dan kebutuhan. Di awal pembentukan, PopLegal adalah perusahaan hukum berbasis teknologi di Indonesia agar lebih terjangkau.  

Setelah 1,5 tahun, sistem yang digunakan Pop Legal kurang cocok dengan hukum dan teknologi Indonesia yang destruktif. Banyak yang masih menggunakan cara tradisional, misalnya harus bertemu untuk meminta informasi file yang diperlukan, padahal bisa lewat pesan singkat atau e-mail. Kemudian, sistem berubah menjadi “pendukung” hukum.

 

#5 Jasa yang Ditawarkan

Walaupun merupakan perusahaan hukum, namun, Pop Legal tidak menyediakan semua layanan yang berkaitan dengan hukum. Salah satu fasilitas yang diberikan adalah mengenai pendirian perusahaan. Selain itu juga terdapat layanan jasa untuk menanyakan masalah hukum, pembuatan dan perubahan dokumen hukum.

 

#6 Tips Mendirikan Perusahaan

Belajar dari pengalaman Dimas sebelumnya, ia mengemukakan, sebelum membentuk perusahaan atau usaha, Anda setidaknya harus memiliki bisnis obyektifnya. Dalam hal ini termasuk pembagian job, misalnya yang mengurusi operasional.

Dimas Prasojo 2

[Baca Juga: 15 Bisnis Sampingan untuk Pensiunan yang Boleh Dipertimbangkan]

 

Selain itu, Anda juga harus memiliki modal. Modal tidak hanya dipergunakan untuk membangun perusahaan, namun untuk membayar jasa hukum misalnya notaris.

 

#6 Penggunaan AI

Di masa depan, Pop Legal mencanangkan akan menggunakan AI atau kecerdasan buatan sebagai salah satu support-nya. Bahkan sudah mulai membicarakan dengan investor mengenai teknologi tersebut.

 

Mulai dari Kerja Keras, Hidupkan dengan Kesabaran

Pernah gagal dan tidak mendapatkan penghasilan selama 10 bulan tidak membuat Dimas Prasojo berhenti mencoba. Hingga pada akhirnya karena sabar dan ketekunan, hadirlah Pop Legal seperti yang saat ini. 

Kisah di atas menginspirasi Anda dalam berbisnis? Ayo berbagi kisah inspirasi Dimas Prasojo di atas pada rekan-rekan Anda yang mungkin sedang berjuang melawan keterpurukan atau zona nyamannya.

Terima kasih telah membaca artikel ini, jangan lupa untuk membaca artikel Finansialku lainnya, karena rubrik artikel finansialku lainnya banyak yang menarik untuk Anda baca juga.

 

Sumber Gambar:

  • Dimas Prasojo 1 – https://bit.ly/2ybF1oQ
  • Dimas Prasojo 2 – https://bit.ly/2KfchOR
  • Dimas Prasojo 3 – https://bit.ly/34xzGnX

 

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top