Cara Catat Keuangan Keluarga Yang Bisa Bikin Hemat

#Finansialku cara catat keuangan keluarga cara mencatat keuangan keluarga Finansialku VideoLeave a Comment on Cara Catat Keuangan Keluarga Yang Bisa Bikin Hemat

Cara Catat Keuangan Keluarga Yang Bisa Bikin Hemat

Ternyata begini cara catat keuangan keluarga yang tepat, yang bisa keuangan keluarga jadi hemat dan kaya!

Informasi selengkapnya bisa kamu ketahui di artikel Finansialku di bawah ini!

 

Kamu butuh informasi keuangan lainnya? Jangan khawatir! Kanal youtube Finansialku punya semuanya yang kamu butuhkan! Oleh karena itu, jangan lupa mampir sekarang juga!

 

 

Sebelum masuk ke pembahasan lebih lanjut, jangan lupa untuk tinggalkan jejak sekaligus memberikan dukungan untuk kanal youtube Finansialku, dengan meninggalkan komentar, menekan ikon suka, dan tombol subscribe di bawah ini. Terima kasih!

 

 

Cara Catat Keuangan Keluarga yang Tepat

Masalah keuangan adalah salah satu masalah yang paling sensitif yang dihadapi oleh semua orang.

Robert P.Kiyosaki dalam bukunya yang berjudul Rich Dad Poor Dad, berpendapat bahwa uang bukalah segala-galanya, tetapi segala keputusan yang kita hadapi di dunia ini pasti berhubungan dengan uang.

Satu masalah lagi yang sensitif yang dihadapi oleh seseorang adalah masalah keluarga/pernikahan.

Hubungan suami-istri pasti tidak terhindarkan dari permasalahan.

Menurut William Betcher, M.D dan Robie Macauley di bukunya yang berjudul The Seven Basic Quarrels of Marriage, berpendapat bahwa masalah keuangan mendominasi masalah dalam kehidupan rumah tangga.

Bisakah kamu membayangkan apa yang terjadi apabila kedua masalah tersebut digabungkan? Apa yang akan terjadi?

Sebelum kekacauan terjadi, coba cek pencatatan keuangan Anda saat ini, apakah sudah tercatat dengan baik?

Yuk, cek kondisi kesehatan keuangan Anda melalui fitur Financial Health Check Up aplikasi Finansialku yang dapat membantumu dalam mengambil keputusan keuangan.

Aplikasi Finansialku, bisa kamu dapatkan dengan mengunduh lewat Google Play Store dan Apple Apps Store

Pernikahan adalah sebuah proses dimana kedua individu bersatu. Tidak ada lagi istilah “Saya” melainkan berubah menjadi “kami”.

Jadi, bukankah lebih bijak apabila masalah keuangan bisa diputuskan secara bersama?

Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan untuk membuat pencatatan keuangan bersama?

Berikut kami berikan tips agar pencatatan keuangan untuk keluarga bisa terlaksana dengan baik!

 

#1 Buat Catatan Pengeluaran dan Penghasilan

Memiliki catatan pengeluaran yang baik bisa membantu semua orang – bukan hanya pasangan suami-istri saja – untuk memahami seberapa efektif seseorang mengelola keuangan pribadi.

Ketika pasangan menikah, pencatatan pengeluaran dan pemasukan bisa dilakukan bersama dengan menggabungkan catatan keuangan suami dan istri, sehingga adanya catatan baru yang diberi nama catatan bersama.

Contoh pengeluaran yang dicatatkan bersama:

  • Belanja bulanan,
  • biaya pemeliharaan rumah,
  • SPP sekolah anak,
  • dan biaya lainnya yang dirasa manfaatnya oleh keduanya.

 

Dengan memiliki pencatatan bersama, pasangan bisa melakukan evaluasi atas pengelolaan keuangan keluarga, apakah sudah efektif, apa sudah seimbang, dan sebagainya.

 

#2 Buka Rekening Bersama

Selain memiliki tabungan di rekening masing-masing, pasangan juga bisa membuka rekening bersama yang berisi tabungan bersama.

Membuka tabungan bersama bisa bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Aliran uang yang masuk dan keluar pun bisa terlacak lebih baik lewat rekening bersama.

 

#3 Sepakati Cara Mengelola Keuangan

Mengelola keuangan setiap pasangan bisa dilakukan berbagai macam cara, tetapi yang terpenting keduanya haruslah sepakat agar tidak memicu konflik lebih lanjut.

Baik itu digabung atau dipisah, tentunya setiap cara memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Apabila digabung, pasangan akan lebih mudah melacak kemana uang datang dan pergi. Apabila dipisah, pastikan transparan pada pasanganmu, ya!

 

#4 Komunikasi Masalah yang Dihadapi Secara Terbuka

Keputusan dan cara mengelola keuangan bersama bisa dilakukan dengan cara sepakat bersama. 

Jangan sampai lagi ada kata-kata uang suami milik bersama tapi uang istri milik sendiri.

Kamu bisa terbuka dan blak-blakan mengenai keuangan pada pasangan Anda agar tidak ada kesalahpahaman.

Hal ini juga berlaku untuk utang, apabila ternyata suami atau istri memiliki kewajiban finansial yang harus dipenuhi, komunikasikan dengan pasangan.

Dengan demikian pasangan bisa membantu atau setidaknya lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan keluarga.

Digabung atau dipisah, keduanya akan berjalan dengan baik apabila keuangan keluarga direncanakan dengan matang dan disepakati bersama-sama.

Ke depannya, selain keperluan pribadi, akan selalu ada kebutuhan yang harus dikeluarkan bersama-sama.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mencatat dan merencanakan keuangan keluarga.

Jadi, kamu dan pasanganmu lebih memilih yang mana? Digabung atau dipisah?

Apa kamu punya pertanyaan terkait artikel di atas? Kalau ada, segera sampaikan lewat kolom komentar, ya!

Kamu juga bisa membagikan informasi yang ada di dalam artikel kepada rekan atau keluarga kamu yang masih belum mengerti cara catat keuangan keluarga yang benar, lewat pilihan platform yang ada di bawah ini. Terima kasih!

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top