Bunga Acuan BI Turun ke Level Terendah, Kok Bisa?

#FinansialkuNews Bunga Bunga Acuan BI Bunga Bank Ekonomi PerbankanLeave a Comment on Bunga Acuan BI Turun ke Level Terendah, Kok Bisa?

Bunga Acuan BI Turun ke Level Terendah, Kok Bisa?

Kamis (19/10) kemarin, Bank Indonesia putuskan untuk turunkan bunga acuan RI ke level 3,75% sebagai langkah pemulihan ekonomi nasional.

Ketahui selengkapnya dalam artikel Finansialku di bawah ini!

 

Rubrik Finansialku

 

Bunga Acuan BI Turun Ke Level 3,75%

Di luar ekspektasi pelaku pasar suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI 7 days reverse repo rate telah diturunkan ke level 3,75%.

Sedangkan suku bunga Deposit Facility turun menjadi 3% dan suku bunga Lending Facility sekarang di 4,5%.

“Keputusan ini mempertimbangkan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas eksternal yang terjaga dan langkah pemulihan ekonomi nasional,” kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, mengutip dari Cnbcindonesia, Jumat (20/11).

Lalu bagaimana dengan bunga bank?

Perry mengungkapkan untuk bunga di perbankan dipengaruhi oleh biaya dana, administrasi hingga premi risiko kredit.

Menurut Perry dari faktor biaya dana sebenarnya sudah bisa diturunkan karena BI 7 days reverse repo rate turun 1,25% tahun ini.

“Atau sejak Juli (tahun lalu) sudah turun 225 bps, ini juga sudah mendorong penurunan bunga pasar uang dan penurunan bunga dana. Faktor pertama ini mestinya bisa menurunkan bunga kredit,” katanya mengutip Detikcom.

Dia mengungkapkan, persepsi risiko kredit seiring menurunnya risiko ekonomi itu meningkat, sehingga sejumlah bank meningkatkan kebutuhan terhadap pencadangan risiko kredit tadi.

BI sudah sampaikan sudah QE yang sangat besar. “Melalui forum ini dengan tidak segan-segannya mengharapkan perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit sehingga mendorong pemulihan ekonomi,” ujarnya.

Bank Indonesia 3

[Baca Juga: Berapa Tingkat Suku Bunga Deposito Perbankan Terbaik Untuk Investasi?]

 

Sementara itu, analis Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menjelaskan kebijakan Bank Indonesia menurunkan suku bunga menjadi 3,75 persen, menunjukan bahwa kinerja neraca perdagangan RI mengalami tren kenaikan dan pergerakan rupiah bisa kembali stabil.

“Inflasi sudah sangat stabil, BI terus berkomitmen dalam meningkatkan likuiditas dengan meningkatkan program QE.” kata Nafan dikutip dari Kompas.

“Jadi pemerintah semakin optimis, pertumbuhan ekonomi akan positif mulai kuartal IV tahun 2020 dan seterusnya,” lanjutnya.

Nafan bilang, BI terus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kinerja pertumbuhan ekonomi nasional. Sehingga, ada secercah harapan target masa resesi bisa berakhir di kuartal IV tahun 2020.

Ia juga mengatakan, semua sektor bisa mendongkrak kinerja IHSG, sehingga proyeksi IHSG bisa tembus 6.000 sampai dengan akhir tahun sangat dimungkinkan.

Hal ini mengingat kinerja perusahaan yang semakin membaik, maka manfaatnya ialah penguatan harga sahamnya.

“Semua sektor yang bisa mendongkrak kinerja IHSG. Target saya IHSG pada 2021 adalah 6.010,” tambah dia.

Sebagai catatan, top gainers Kamis sore (19/10) antara lain, saham Indika Energy (INDY) yang melonjak 12,9 persen ke posisi Rp 1.189.

Bukit Asam (PTBA) menguat 5,69 persen menjadi Rp 2.230, dan saham HM Sampoerna (HMSP) juga naik 5,05 persen ke level Rp 1.560.

Adapun top losers sore ini antara lain, saham Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) dengan penurunan 1,11 persen pada level Rp 8.875.

Kemudian, saham Indofood Sukses Makmur (INDF) juga merosot 1,02 persen ke posisi Rp 7.275. Selanjutnya, saham Timah (TINS) juga terkoreksi 0,88 persen pada level Rp 1.130.

Sementara bursa Asia hari ini berakhir mixed dengan penurunan indeks Hang Seng Hong Kong 0,71 persen, dan indeks Strait Times 0,06 persen. Sementara indeks Shanghai Komposit naik 0,47 persen.

 

Bagaimana menurutmu, Sobat Finansialku tentang artikel di atas? Kamu bisa berbagi komentar lewat kolom komentar di bawah ini.

Sebarkan informasi ini seluas-luasnya lewat berbagai platform yang tersedia, agar kawan atau sanak-saudaramu tahu apa yang kamu ketahui. Semoga bermanfaat, ya.

 

Bagaimana CARA AMPUH Membeli RUMAH PERTAMA?

Download ebook-nya, GRATIS!!!

13 Ebook Rumah Pertama

 

Sumber Referensi:

  • Kiki Safitri. 19 November 2020. Suku Bunga Acuan BI Turun, IHSG Menguat Intip Level 6.600. Kompas.com – https://bit.ly/390QtDR
  • Lidya Julita Sembiring-Kembaren. 19 November 2020. Kejutan! BI Potong Bunga Acuan Jadi 3,75%. Cnbcindonesia.com – https://bit.ly/36W114R
  • Sylke Febrina Laucereno. 20 November 2020. Bunga Acuan BI Turun ke Level Terendah, Bunga Kredit Bank Kapan?detik.com – https://bit.ly/3kMQ62i

 

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top