5 Faktor yang Mempengaruhi Risiko Investasi Komoditas

Investasi Investasi Komoditi Komoditas Pasar Komoditi Resiko Perdagangan Berjangka Komoditi Risiko Investasi Komoditas Trading KomoditiLeave a Comment on 5 Faktor yang Mempengaruhi Risiko Investasi Komoditas

5 Faktor yang Mempengaruhi Risiko Investasi Komoditas

Apa saja yang mempengaruhi risiko investasi komoditas? Yuk, ketahui 5 faktor yang mempengaruhi risiko investasi komoditas.

 

Rubrik Finansialku

 

Investasi Komoditas

Sekarang ini sudah ada berbagai macam instrumen investasi. Ada investasi di pasar uang, pasar modal, dan juga di pasar komoditas.

Komoditas merupakan bahan baku dasar yang diperdagangkan dengan barang sejenis lainnya. Ada 2 jenis untuk pengelompokan komoditas.

Jenis yang pertama adalah komoditas lunak (soft commodity). Komoditas lunak adalah produk – produk yang diperoleh dari hasil pertanian, perhutanan, serta pertenakan.

Contoh dari komoditas lunak adalah beras, gula, jagung, biji kopi, dan lain – lain.

Golden Rules Penakluk Berbagai Pasar Komoditas 01 - Finansialku

[Baca Juga: Menyelidiki Berbagai Mitos Trading Komoditas yang Bikin Trader Ragu]

 

Jenis yang kedua adalah komoditas keras (hard commodity). Komoditas keras adalah produk – produk yang diperoleh dari alam melalui aktivitas pertambangan ekstrasi.

Contoh dari komoditas keras adalah minyak bumi, logam, dan lain sebagainya.

Investasi komoditas bisa dilakukan untuk memaksimalkan pendapatan keuntungan dari investasi. Selain itu, investasi komoditas bisa juga untuk diversifikasi portofolio investasi Anda.

Namun, Anda juga perlu ingat bahwa komoditas merupakan investasi yang lebih fluktuatif jika dibandingkan dengan investasi lainnya.

Oleh sebab itu, sebelum berinvestasi koomoditas sebaiknya Anda mempersiapkannya dengan matang.

Untuk bisa berinvestasi komoditas, tentunya ada pasar komoditas. Pasar komoditas adalah tempat jual beli komoditas. Pasar komoditas ini dipengaruhi oleh tingkat permintaan dan penawaran.

Investasi komoditas dapat dilakukan secara offline dalam bentuk fisik ataupun secara online atau non-fisik. Investasi komoditas secara online (non-fisik) bisa dilakukan dengan melalui kontrak berjangka (futures) dan kontrak derivatif lainnya.

Anda bisa berinvestasi secara online di bursa komoditas. Ada 2 bursa komoditas di Indonesia yaitu, JFX (Jakarta Future Exchange) dan ICDX (Indonesia Commodity Derivatives Exchange).

Dalam berinvestasi komoditas, tentunya Anda perlu menyeimbangkan risiko dan keuntungan. Sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi, investor harus tahu apakah keuntungan dari investasi tersebut sudah sebanding dengan risiko yang ada atau tidak.

 

5 Faktor yang Mempengaruhi Risiko Investasi Komoditas

Kali ini rubrik Finansialku akan berbagi faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi risiko investasi komoditas. Berikut 5 faktor yang mempengaruhi risiko investasi komoditas.

 

#1 Leverage

Leverage merupakan salah satu risiko terbesar dalam investasi komoditas. Leverage ini adalah sebuah strategi investasi dengan menggunakan sejumlah dana yang dipinjamkan oleh broker kepada investor untuk digunakan trading.

Walaupun risikonya besar, tapi leverage dapat menjadi pilihan alternatif yang menguntungkan bagi trader. Khususnya untuk trader yang ingin berinvestasi di pasar berjangka namun memiliki modal yang sangat kecil.

Salah satu hal terpenting dalam penggunaan leverage adalah jangan menggunakan leverage yang berlebihan (over leveraged) ya!

Mengenal Trading Options (Kontrak Opsi) Pasar Komoditas untuk Pemula 01 - Finansialku

[Baca Juga: Pasar Komoditas: Definisi, Manfaat, Fungsi dan Contohnya!]

 

Namun, di sisi lain sebagian besar trader yang menggunaan leverage ini bisa mengalami kerugian yang sangat besar sampai melebihi dana yang dimiliki.

Oleh sebab itu, trader perlu memiliki manajemen keuangan yang baik untuk mengurangi risiko dari penggunaan leverage. Trader bisa mengurangi risiko dengan melakukan stop loss order.

Stop loss ini digunakan untuk membatasi kerugian yang bisa dialami oleh investor. Tentunya setiap trader bisa menentukan level stop loss nya masing– masing yang disesuaikan dengan analisa dan kondisi pasar.

 

#2 Likuditas

Faktor lainnya yang mempengaruhi risiko investasi komoditas adalah likuiditas. Aset yang ditawarkan penjual akan mendapatkan pembeli dengan cepat jika pasar memiliki likuiditas yang tinggi.

Begitu juga sebaliknya, pembeli yang sedang mencari asset tertentu juga akan memperoleh asset tersebut dengan cepat. Likuiditas ini berbeda-beda untuk setiap jenis asset. Selain itu, likuiditas juga berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Untuk mengetahui tingkat likuiditas pasar berjangka, ada 2 indikator yang penting.

Dua indikator tersebut adalah volume trading dan open interest. Open interest merupakan sebuah konsep yang harus dipahami oleh seorang investor komoditas. Open interest ini biasanya digunakan untuk mengkonfirmasi trend arah balik pada kontrak berjangka.

 

#3 Daily Settlement

Daily settlement adalah sebuah pengendali risiko di pasar komoditas. Daily settlement ini bisa menghindarkan investor untuk mengalami kerugian yang besar. Selain itu, juga bisa membantu untuk menurunkan risiko di akhir perdagangan.

Namun, daily settlement juga bisa memberikan dampak negatif. Mengapa demikian? Karena kerugian investor di pasar komoditas ini harus diselesaikan di akhir sesi perdagangan.

 

#4 Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditas

Perdagangan berjangka pasar komoditas di Indonesia diawasi oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi). BAPPEBTI memiliki wewenang untuk menerbitkan izin usaha untuk bursa berjangka atau broker.

Selain itu, BAPPEBTI juga memiliki kuasa untuk mengesahkan peraturan serta regulasi bursa berjangka dan kontrak berjangka yang akan diperdagangkan di bursa.

 

#5 Pialang Berjangka (Broker)

Pialang berjangka bertugas untuk menjadi perantara antara investor di pasar komoditas berjangka. Broker ini yang berperan untuk meneruskan order dari investor ke bursa berjangka.

Tentunya sebelum Anda memilih broker, sebaiknya Anda memastikan bahwa broker tersebut sudah memiliki izin yang jelas. Jadi, sebaiknya Anda memeriksa legalitas broker tersebut apakah sudah memiliki izin dari BAPPEBTI.

Apabila broker tersebut sudah memiliki izin maka Anda bisa mulai daftar ke broker tersebut. Setelah itu, Anda bisa melakukan investasi di pasar komoditas.

Oh ya, Anda sangat disarankan untuk memilih broker yang memberikan fasilitas akun demo ya. Akun demo ini akan sangat berguna bagi Anda untuk latihan cara trading terutama bagi trader pemula.

Selain itu, Anda juga bisa berlatih untuk menganalisa investasi komoditas.  

Ebook GRATIS, Panduan BERINVESTASI SAHAM Untuk PEMULA

9 Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

 

Mengurangi Risiko Investasi Komoditas

Sekarang Anda sudah mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi risiko investasi komoditas, kan?

Tentunya sebelum berinvestasi komoditas, sebaiknya Anda memahami faktor- faktor tersebut ya. Dengan begitu, Anda bisa berinvestasi komoditas dengan lebih bijak.

Selain itu, Anda juga bisa meminimalisir risiko dalam berinvestasi komoditas. Sebagai hasilnya, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang optimal dari berinvestasi di komoditas deh.

 

Jadi, apakah Anda berminat investasi komoditas? Silahkan berikan komentar dan pendapat Anda di kolom yang telah tersedia. Anda juga dapat membagikan artikel ini kepada rekan – rekan Anda yang membutuhkan. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih.

 

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Pelatihan Profit Internasional. 19 Maret 2020. 5 Hal yang Mempengaruhi Risiko Investasi Komoditas. Pelatihanprofitinternasional.com – https://bit.ly/36FLiIq
  • Admin. Apa itu Komoditas? Definisi Komoditas. Simulasikredit.com – https://bit.ly/38CZCR2
  • Noviyanto. Bermain dengan Komoditas untuk Berinvestasi. Koinworks.com – https://bit.ly/3nmWVd7

dilema besar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top